Proses Evakuasi Ditemukan 9 Korban Meninggal, Ambulans Poliklinik Polresta Sidoarjo Bawa Ke RS Bhayangkara
SIDOARJO, kasatmata.id – Proses evakuasi para korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny pada hari ke-5 masih terus berlanjut dengan pengoperasian alat berat terus berupaya menyingkirkan runtuhan material bangunan mushola yang ambruk, penuh perhitungan dan sangat berhati-hati.
Baca juga:
Peduli Ojol, Kodiklatal Gelar Bakti Sosial PRIMA HUT Ke-80 TNI
Pada hari Jumat (3/10/2025) malam, tampak personel gabungan TNI-Polri dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo turun langsung bersama membantu tim Basarnas membersihkan puing-puing material bangunan dalam proses evakuasi korban, Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran.
Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengoptimalkan personelnya bersama Kodim 0816 Sidoarjo untuk turun langsung membersihkan puing-puing material bangunan yang telah di sisihkan oleh alat berat.
Baca juga:
Pastikan Informasi Valid Musibah Ponpes Al-Khoziny Lewat Crisis Center
“Harapannya dengan upaya bersama semua pihak dalam proses evakuasi, tahap pengangkatan puing material dapat mudah terangkut. Dalam pelaksanaannya, kami tetap mengutamakan langkah hati-hati karena tetap prioritasnya adalah kemanusiaan dan keselamatan lainnya,” jelasnya.

Beberapa mobil ambulans masih di siagakan dan salah satu mobil ambulans dari Poliklinik Pilresta Sidoarjo turut mengangkut korban meninggal dunia ke-9.
Kasi Dokkes Polresta Sidoarjo AKP Ruwandi menjelaskan, telah berhasil evakuasi korban meninggal dunia ke-9 oleh tim SAR dari reruntuhan material bangunan pesantren.
Kemudian jenazah korban yang belum diketahui identitasnya tersebut, dibawa mobil ambulans Poliklinik Polresta Sidoarjo ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk melakukan identifikasi lebih lanjut.
Baca juga:
Golden Time Berakhir, Wali Santri Sepakati Evakuasi Korban Gunakan Alat Berat
“Jenazah yang kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk dilakukan proses identifikasi oleh tim DVI Polri, mohon waktu semoga lancar dan segera diketahui identitas korbannya,” kata AKP Ruwandi. @dieft












