Dialog Kebangsaan Sidoarjo: Satukan Forkopimda & Lintas Elemen, Rawat Persatuan di Tengah Polarisasi Ruang Digital
SIDOARJO, kasatmata.id | Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu polarisasi dan kesalahpahaman, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, akademisi, serta beragam organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan bersatu padu memperkuat komitmen kebangsaan.
Melalui Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”, seluruh elemen menyepakati perlunya langkah bersama untuk menjaga kerukunan, memperkuat literasi digital, dan menangkal ancaman radikalisme di wilayah Sidoarjo.
Kegiatan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Kamis (13/8/2026), dan dihadiri oleh unsur perwakilan lintas lembaga serta komunitas. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M.Kes., mewakili Bupati membuka kegiatan, sementara Kapolresta Sidoarjo diwakili Kasat Intelkam Kompol Moh. Arobi, dan jajaran DPRD, Kejaksaan Negeri, BNN Kabupaten Sidoarjo, serta Bakesbangpol turut hadir. Dari unsur masyarakat, hadir pula Ketua FKUB, MUI, pimpinan Muhammadiyah, Gusdurian, perwakilan perguruan tinggi, HMI, PMII, IMM, SEMMI, serta sejumlah ormas pemuda dan bela diri.
Baca juga:
PASAR JAGO Sidoarjo: Dorong Digitalisasi Retribusi Pasar, Dongkrak Transparansi & PAD Hingga 23,7%
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Deklarasi Damai, doa bersama, hingga penandatanganan pakta kesepahaman sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan dan keamanan wilayah.
Dalam sambutannya, Sekda Fenny Apridawati menekankan bahwa di era teknologi yang kian berkembang pesat, merawat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi semakin relevan dan mendesak. Dialog ini bukan sekadar ruang bertukar gagasan, melainkan sarana konkret untuk mempererat rasa cinta tanah air, menjaga kerukunan antarumat beragama, sekaligus mencegah masuk dan berkembangnya paham-paham radikal yang berpotensi memecah belah.
Masuk ke sesi pemaparan, Ketua FKUB Sidoarjo M. Idham mengangkat pentingnya peningkatan literasi digital sebagai pertahanan utama masyarakat menghadapi banjir informasi. Kemampuan memilah, memverifikasi, dan bersikap kritis terhadap informasi menjadi kunci agar warga tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sengaja dirancang untuk menimbulkan kegaduhan. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk saling menghargai perbedaan pandangan maupun latar belakang sosial, sehingga keberagaman benar-benar diposisikan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Dr. Hendra Sukmana, S.AP., M.KP., mengingatkan masyarakat untuk ekstra teliti saat menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
“Setiap informasi yang beredar harus dipastikan kebenarannya dan bebas dari unsur hoaks,” tegasnya. Ia juga mengajak sinergi lintas unsur — mulai dari Forkopimda, ormas, tokoh agama, hingga akademisi — untuk terus berkolaborasi menjaga Sidoarjo tetap aman, damai, dan kondusif.
Senada dengan itu, Dr. Hadi Ismanto dari Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menilai penguatan literasi digital masih perlu terus didorong secara menyeluruh. Internet kini telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari — membawa manfaat besar jika digunakan secara bijak, namun juga menyimpan risiko bagi mereka yang belum memiliki kecakapan memadai. Ia mendorong adanya perhatian lebih terhadap pola penggunaan gawai dan internet oleh anak-anak, serta memperkuat kanal informasi resmi pemerintah agar masyarakat memiliki rujukan yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga:
Pada sesi penutup, seluruh peserta menyatukan pandangan dalam sejumlah kesepakatan penting: membangun literasi digital mulai dari lingkungan keluarga, mendorong pemerintah daerah mengatur dan mengedukasi penggunaan gawai pada anak secara bijak, serta mengajak masyarakat memprioritaskan sumber informasi dari kanal resmi pemerintah maupun Forkopimda. Kolaborasi lintas elemen terus diharapkan agar harmoni sosial tetap terjaga, sehingga pembangunan Kabupaten Sidoarjo dapat berjalan optimal dalam suasana yang aman dan tertib.
Kegiatan dialog berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam suasana yang aman, tertib, dan lancar. Dialog ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan komunikasi dan sinergi berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat, sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang mungkin muncul di wilayah Kabupaten Sidoarjo. @dieft












