Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Kupas Tantangan Kepemimpinan dan Pemberdayaan UMKM
SIDOARJO, kasatmata.id | Polresta Sidoarjo menjadi tuan rumah pelaksanaan Studi Lingkungan Management Training Course (MTC) Level III bagi peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini menjadi wahana strategis bagi para calon pemimpin menengah Polri untuk menyerap pengalaman lapangan sekaligus memahami dinamika sosial-ekonomi secara langsung di wilayah tugas, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran rombongan dipimpin Ketua Tim Studi Lingkungan, Brigjen Pol Oktavianus Marthin, bersama Widyaiswara dan para peserta didik, disambut langsung oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing beserta jajaran. Turut hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Ketua Paguyuban UMKM, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM yang dilibatkan sebagai narasumber dalam sesi diskusi.
Baca juga:
Peringati Hari Pramuka ke-65, Wabup Mimik Pimpin Ziarah Makam Pahlawan
Dalam sambutannya, Kapolresta Sidoarjo menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayah hukumnya. Ia menilai studi lingkungan memiliki arti penting dan strategis karena mampu membuka wawasan peserta mengenai implementasi tugas Polri secara nyata — mulai dari pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, hingga perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.
“Studi lingkungan ini memberikan gambaran nyata kepada peserta didik mengenai pelaksanaan tugas Polri di lapangan. Kehadiran para peserta juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan masukan yang berharga dalam mendukung kinerja kepolisian serta berbagai program pembangunan nasional,” ujar Kombes Pol. Christian Tobing.

Sementara itu, Brigjen Pol Oktavianus Marthin mengapresiasi dukungan penuh dari Polresta Sidoarjo maupun pemerintah daerah dan para pelaku UMKM yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Ia menjelaskan bahwa studi lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan Sespimmen untuk menjembatani teori dengan realitas di masyarakat. Seorang pemimpin Polri di era modern dituntut tidak hanya tangguh secara operasional, tetapi juga luwes beradaptasi, berwawasan luas, dan peka terhadap karakteristik persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Melalui studi lingkungan ini kami harapkan peserta didik mendapatkan pengalaman dan gambaran nyata mengenai pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus menambah wawasan dalam memahami karakteristik wilayah, potensi permasalahan, serta pola penyelesaiannya secara tepat,” jelas Brigjen Oktavianus.
Baca juga:
Bupati Sidoarjo Kukuhkan 254 Kepala Sekolah, Setelah Sinkronisasi Data dan Pertek BKN
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan wawancara mendalam peserta didik terhadap sejumlah narasumber internal Polresta Sidoarjo, kemudian dilangsungkan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, pelaku UMKM, paguyuban UMKM, serta tokoh masyarakat. Diskusi berjalan hidup dan produktif, membahas berbagai aspek pengembangan, pemberdayaan, hingga tantangan yang dihadapi sektor UMKM sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut, para peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya peran strategis UMKM dalam pembangunan daerah. Tak kalah penting, peserta juga berlatih membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi lintas pemangku kepentingan — bekal utama yang dibutuhkan saat nanti mereka mengemban amanah kepemimpinan di berbagai satuan kewilayahan maupun fungsi di lingkungan Polri. @dieft












