Hadiri Pengukuhan Paskibraka Jatim, Danrem Bhaskara Jaya Tekankan: Nilai Merah Putih

Foto: Momen bersejarah ini turut disaksikan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jatim, para kepala OPD, orang tua anggota Paskibraka, serta sejumlah undangan, termasuk Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir.

Hadiri Pengukuhan Paskibraka Jatim, Danrem Bhaskara Jaya Tekankan: Nilai Merah Putih

SURABAYA, kasatmata.id |  Di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, puluhan pelajar pilihan dari berbagai daerah di Jawa Timur berdiri tegak dengan seragam kebanggaan, menyempurnakan proses panjang seleksi dan latihan fisik-mental yang telah mereka jalani. Dalam Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, para pelajar tersebut resmi mengemban amanah kehormatan untuk mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momen bersejarah ini turut disaksikan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jatim, para kepala OPD, orang tua anggota Paskibraka, serta sejumlah undangan, termasuk Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir.

Kehadiran Danrem 084/Bhaskara Jaya dalam upacara pengukuhan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata TNI terhadap generasi muda yang dipercaya memikul tugas simbolis sekaligus bermakna besar bagi bangsa. Bagi Brigjen TNI Kohir, pengukuhan ini bukanlah garis akhir dari sebuah proses pelatihan, melainkan titik tolak perjalanan yang jauh lebih bermakna. Menurutnya, seluruh latihan kedisiplinan, kekompakan, dan ketangguhan mental yang telah ditempa selama ini seharusnya membentuk karakter yang kuat — tidak sekadar kemampuan teknis baris-berbaris.

Baca juga:

Sambut HUT ke-81 RI, Polresta Sidoarjo & Jajaran Polsek Bagikan Bendera Merah Putih

“Menjadi Paskibraka Jatim adalah kehormatan sekaligus amanah. Yang paling utama bukan hanya mampu mengibarkan Merah Putih dengan sempurna, melainkan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Merah Putih itu benar-benar tercermin dalam sikap dan kehidupan sehari-hari kalian,” ujar Brigjen TNI Kohir di sela kegiatan.

Ia berharap semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang tumbuh selama masa pembinaan tetap terjaga dan menjadi bekal berharga saat para anggota kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat masing-masing. Seragam Paskibraka boleh dilepas setelah tugas pengibaran bendera selesai, namun teladan dan semangat yang lahir dari pengalaman itu hendaknya senantiasa melekat.

“Teruslah menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan peduli terhadap sesama. Jangan merasa peran sebagai teladan selesai ketika seragam Paskibraka sudah dilepas,” pesannya.

Lebih lanjut, Danrem menekankan bahwa kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan sederhana namun bermakna nyata. Menjadi pelajar yang tekun belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga persahabatan yang sehat, menghargai keberagaman, serta berani berbuat kebaikan adalah bentuk-bentuk konkret pengabdian generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

“Saya berharap anak-anak ini tidak hanya bangga saat mengenakan seragam Paskibraka, tetapi juga bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Teruslah belajar, terus bermimpi, dan jangan pernah lelah berbuat baik. Masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda seperti kalian,” ungkapnya.

Baca juga:

Peringati HUT ke-81 RI, Korem Bhaskara Jaya Gelar Bakti Kesehatan

Di sisi lain, suasana haru dan bangga juga menyelimuti para orang tua yang hadir menyaksikan pengukuhan tersebut. Bagi keluarga, perjalanan putra-putri mereka menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar soal tugas seremonial di hari kemerdekaan, melainkan proses nyata melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, pengukuhan Paskibraka Jawa Timur 2026 di Gedung Negara Grahadi ini bukan sekadar seremoni pelantikan. Momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bangsa tidak cukup dijaga hanya dengan mengibarkan bendera setahun sekali. Kemerdekaan itu dijaga dan dirawat setiap hari melalui sikap menjaga persatuan, menghargai perbedaan, bekerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Dari langkah tegap para generasi muda inilah, harapan besar bagi masa depan Indonesia terus tumbuh dan berakar kuat. @dieft