Dua Pengendara Motor Tewas Terjun ke Waduk Longstroge Kalimati Sidoarjo
SIDOARJO, kasatmata.id | Sebuah kecelakaan air tragis menimpa dua orang pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru di kawasan Waduk Longstorage Kalimati, Desa Mbah Sambang, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/06/2026) malam. Kendaraan yang melaju kencang tersebut langsung terjun bebas ke dalam perairan waduk, mengakibatkan kedua oknum di dalamnya meninggal dunia.
Korban pertama berhasil ditemukan tim gabungan pada pukul 04.01 WIB dini hari Senin (22/06/2026), sementara korban kedua ditemukan 9 menit kemudian pada pukul 04.10 WIB. Keduanya dalam kondisi tidak bernyawa saat dievakuasi dari dasar waduk.
Baca juga:
Kegiatan 1.000 Yatim Camp Resmi Dibuka Wabup Sidoarjo
PERISTIWA TERJADI SEKITAR PUKUL 22.30 WIB
Menurut keterangan beberapa saksi mata yang berada di dekat lokasi kejadian, peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, kendaraan sepeda motor tersebut terlihat datang dari arah barat dengan kecepatan tinggi menuju arah timur.
“Kita melihat motor itu melaju kencang tanpa ada tanda-tanda akan berbelok atau mengurangi kecepatan. Sampai-sampai langsung menghantam bagian tepian dan terjun ke dalam waduk Kalimati,” ujar saksi kepada awak media di lokasi, Senin (22/06/2026) pagi.
Informasi mengenai kecelakaan ini baru sampai ke pihak berwenang melalui laporan warga sekitar pukul 23.28 WIB. Tak lama setelah itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo segera melakukan mobilisasi personel dan peralatan.
OPERASI PENCARIAN DIHADANG HUJAN LEBAT DAN KONDISI MALAM
Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Sidoarjo, Polsek Prambon, dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya tiba di lokasi sekitar pukul 00.34 WIB. Sebelum memulai operasi pencarian, pihak berwenang terlebih dahulu melakukan asesmen kondisi lokasi dan perairan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menjelaskan bahwa operasi pencarian darurat menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Hujan lebat yang mengguyur sepanjang malam membuat jarak pandang sangat terbatas, sementara arus air di beberapa bagian waduk juga cukup kuat.
“Kondisi malam hari yang gelap dan hujan yang terus turun menjadi hambatan utama. Namun, tim tetap berusaha maksimal dengan menggunakan perahu karet bermesin tempel 25 PK yang telah dilengkapi dengan lampu sorot dan peralatan keselamatan standar operasional,” jelas Sabino.
Selain peralatan teknis, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam kelancaran operasi. Selain tiga instansi utama, pihak yang terlibat juga mencakup Info Lantas Sidoarjo, Lazismu PCM Tarik, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Mojokerto yang memberikan dukungan logistik dan tenaga relawan.
SATU KORBAN DIIDENTIFIKASI, SATU LAINNYA BELUM DIKENALI
Setelah beberapa jam melakukan penyisiran secara menyeluruh di area sekitar titik jatuh motor, tim akhirnya menemukan korban pertama pada pukul 04.01 WIB. Korban tersebut teridentifikasi sebagai Matori (usia belum dikonfirmasi), pria warga Dusun Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Tak berselang lama, sekitar pukul 04.10 WIB, petugas berhasil menemukan korban kedua di lokasi yang tidak jauh dari penemuan pertama. Namun, identitas korban kedua ini hingga saat berita ini diterbitkan masih belum dapat dipastikan dan sementara diberi nama samaran Mr. X.
“Kita telah melakukan pemeriksaan awal pada korban kedua, namun belum ditemukan barang bukti yang dapat membantu mengidentifikasi diri. Kami akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan proses identifikasi lebih lanjut, termasuk melalui pemeriksaan di rumah sakit atau bantuan dari keluarga yang mungkin sedang mencari anggota keluarga hilang,” ungkap Kasat Reskrim Polsek Prambon, AKP Joko Susilo.
Selain kedua korban, tim juga berhasil mengangkat satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna biru dari dasar waduk pada pukul 05.30 WIB. Kendaraan tersebut akan dijadikan barang bukti dalam penyelidikan kasus yang sedang dilakukan oleh kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan.
BPBD SERU WASPADA DI SEKITAR KAWASAN PERAIRAN
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel dan relawan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi. Menurutnya, kerja sama yang solid antar berbagai unsur menjadi kunci keberhasilan dalam mengeluarkan kedua korban dan kendaraan dari dasar waduk.
Baca juga:
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu. Operasi seperti ini tidak mungkin berhasil tanpa dukungan bersama,” ucap Sabino.
Sementara itu, ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar lebih meningkatkan kesadaran akan keselamatan, terutama saat berada di sekitar kawasan perairan.
“Kami menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan tidak melakukan tindakan yang berisiko, seperti melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar tepian waduk atau sungai. Khususnya pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang mendukung, visibilitas dan kondisi jalan dapat menjadi faktor bahaya yang tidak bisa diabaikan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa kecepatan kendaraan, kondisi jalan raya di sekitar lokasi kejadian, serta memastikan apakah ada faktor lain yang menyebabkan kecelakaan tersebut. @dieft












