Madura Jadi Lokasi Utama Bakti TNI AD Tahun 2026, Ribuan Masyarakat Padati Upacara Pembukaan
BANGKALAN, kasatmata.id | Pulau Madura resmi menjadi pusat pelaksanaan Kegiatan Bakti TNI Angkatan Darat (AD) untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026, dengan upacara pembukaan yang digelar meriah di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan pada Senin (6/7/2026). Acara yang dipimpin langsung oleh Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin sebagai Inspektur Upacara bukan hanya menjadi simbol kemanunggalan antara TNI dan rakyat, melainkan juga momentum strategis untuk percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di empat kabupaten Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Hadir dalam acara tersebut Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, bersama sejumlah pejabat tinggi termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Karo Operasi Polda Jawa Timur, para Danrem se-Kodam V/Brawijaya, serta Forkopimda se-Madura Raya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan. Ribuan warga dari berbagai penjuru Pulau Madura turut menghadiri, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Baca juga:
Peringatan HANI 2026, Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jadi Agen Perubahan
Dalam amanatnya, Pangdam V/Brawijaya menegaskan komitmen TNI AD untuk selalu berada di sisi rakyat. “Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. TNI AD hadir untuk rakyat, dan setiap bentuk kegiatan TNI harus berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya. Menurutnya, pemilihan Madura sebagai lokasi utama didasarkan pada potensi besar wilayah tersebut yang membutuhkan dukungan dalam pembangunan infrastruktur dan pemerataan akses layanan dasar.
Rangkaian program yang disiapkan mencakup berbagai aktivitas fisik dan nonfisik. Untuk komponen fisik, TNI AD akan membangun 33 jembatan, 52 sumur bor, dan 20 rumah ibadah; melakukan renovasi terhadap 400 unit rumah tidak layak huni beserta fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK); serta merehabilitasi 12 sekolah dan empat panti asuhan.

Sementara itu, program nonfisik dirancang untuk menjawab kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara langsung, antara lain operasi katarak bagi 313 orang, operasi bibir sumbing, khitanan massal untuk 300 orang, donor darah sebanyak 1.000 kantong, dan bakti kesehatan bagi 400 warga. Selain itu, juga akan dilakukan bakti lingkungan di 200 titik, pemberian bantuan tujuh unit mesin irigasi pompa air, penanaman 2.000 pohon trembesi, serta pemberian 23 kaki palsu dan 124 kursi roda bagi kelompok difabel yang membutuhkan.
Brigjen TNI Kohir menyampaikan harapan agar seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan program ini. “Bakti TNI AD untuk Rakyat bukan hanya milik TNI, tetapi milik kita bersama. Dengan kebersamaan dan gotong royong, saya yakin seluruh program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Madura,” ucapnya. Menurutnya, keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada sinergi dan partisipasi kolaboratif dari semua pihak.
Baca juga:
Program Kampung Bangkit JTV Hadir di Kalisampurno, Resmi Dibuka Ketua TP-PKK Sidoarjo
Selain upacara resmi, acara juga diperkaya dengan penampilan seni budaya khas Madura seperti musik daul, tarian daerah, dan karnaval budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi lokal. Berbagai stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut berpartisipasi, menjadi bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pada kesempatan yang sama, masyarakat juga mendapatkan layanan sosial gratis seperti donor darah, pengobatan umum, pembagian paket sembako, dan bantuan lainnya untuk warga yang membutuhkan.
Kehadiran massa yang padat dalam upacara pembukaan menjadi bukti nyata akan kuatnya hubungan tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat Madura dalam upaya bersama membangun daerah dan meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat. @dieft












