200 Perwira & Bhabin Cegah Karhutla: Edukasi, Pemadaman, hingga Shalat Istisqa

Foto: Sejak 27 Agustus 2026, sebanyak 200 perwira didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas — Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.

200 Perwira & Bhabin Cegah Karhutla: Edukasi, Pemadaman, hingga Shalat Istisqa

JAKARTA, kasatmata.id |  Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan sejak hulu, sebelum api membesar dan merugikan banyak pihak. Sejak 27 Agustus 2026, sebanyak 200 perwira didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas — Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur — untuk menjangkau masyarakat secara langsung melalui pendekatan edukatif, humanis, maupun spiritual. Kegiatan ini mencakup edukasi bahaya pembakaran lahan, pembagian masker dan bantuan, pemetaan wilayah rawan, penanganan titik api, hingga pelaksanaan Shalat Istisqa bersama warga.

Pengerahan personel ini bukan sekadar seremonial, melainkan respons cepat Polri terhadap ancaman karhutla yang mengancam di tengah musim kemarau panjang. Pendekatan dilakukan beragam sesuai kondisi wilayah: dari rumah ke rumah, kelompok tani, rumah ibadah, hingga melalui siaran radio. Secara keseluruhan, telah tercatat 175 kegiatan lapangan, di mana 97 di antaranya berupa edukasi dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Baca juga:

Wabup Mimik Resmikan Gapura Jogosatru, Apresiasi Budaya & Hasil Tani

Kalbar: Gerakan Paling Masif, Lahirkan Deklarasi Warga
Di Kalimantan Barat, 104 personel diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres, melaksanakan 91 kegiatan — 55 berupa edukasi dan penyuluhan, 16 koordinasi dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan, 7 bantuan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual. Pendekatan door-to-door turut mendorong lahirnya deklarasi komitmen warga di Kabupaten Melawi untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Kalteng: Edukasi Beriringan dengan Pemadaman
Di Kalimantan Tengah, 48 personel menyebar ke 14 wilayah dan melaksanakan 27 kegiatan. Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan, dan konsekuensi hukum, personel juga turun langsung membantu penanganan titik api saat ditemukan di lapangan.

Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jangkauan edukasi yang luas. Sebanyak 38 personel melaksanakan 41 kegiatan di 9 wilayah Polres, mencakup penyuluhan kepada kelompok tani, di rumah ibadah, hingga talkshow radio. Satgas juga membagikan masker, sembako, memasang poster, mengecek kesiapan peralatan pemadaman, serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Kaltim: Pendekatan Spiritual & Penguatan Kapasitas
Di Kalimantan Timur, 10 personel bergerak di empat wilayah. Selain edukasi dan bantuan kesehatan, pendekatan spiritual menjadi ciri khas di wilayah ini. Satgas bersama pemerintah, TNI, dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Berau. Personel juga memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan Samapta terkait pemetaan rawan serta langkah mitigasi.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa menunggu. Kehadiran Polri di tengah masyarakat dimaksudkan untuk mencegah sejak dini, bukan sekadar memadamkan saat api sudah meluas.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya,” ujar Karo Penmas.

Kegiatan ini belum berakhir. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus menjangkau warga di wilayah berpotensi karhutla, karena semakin dekat dengan masyarakat, semakin cepat kesadaran dan deteksi dini dapat dibangun.

Baca juga:

Wabup Mimik Keliling 5 Titik, Semarak HUT RI ke-81 Kuatkan Gotong Royong, Wabup Mimik Keliling 5 Titik

“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan, dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar,” tegasnya.

Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang sampah atau daun kering yang menyala sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan bersama adalah kunci untuk menjaga bumi tetap lestari dan melindungi kesehatan serta keselamatan seluruh pihak. @dieft