Prihatin.. Seorang Janda Hidup Di Rumah Triplek Tanpa WC Tak Tersentuh Bansos

Foto: Seorang janda warga Desa Karangpuri yang tinggal di rumah triplek tanpa sanitasi dasar dan tidak tersentuh bantuan dari pemerintah, Minggu (02/11/2025).

Prihatin.. Seorang Janda Hidup Di Rumah Triplek Tanpa WC Tak Tersentuh Bansos

kasatmata.id, SIDOARJO | Prihatin kondisi seorang janda warga desa Karangpuri kecamatan Wonoayu kabupaten Sidoarjo, bertahun-tahun menjadi janda mengakui tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Baca juga:

Darurat Sampah, Warga Desa Jumputrejo Tuntut Pemda Hentikan Sampah Kiriman

Kisah memilukan ini dialami Ismawati, seorang janda yang bekerja sebagai pengasuh balita dengan upah 50rb/hari, dan bekerja 5 hari dalam seminggu. Isma sejak tahun 2021 sudah ditinggalkan suaminya pergi entah kemana, dan Isma hidup berdua dengan putri semata wayangnya yang sudah duduk di bangku SMP.

“Dari awal saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, terutama dari pemerintah desa. Sempet disurvey setahun lalu oleh anak-anak muda, katanya dari pemerintah tapi sampai sekarang juga ga ada apa-apa” kata Isma yang tinggal di sepetak bangunan kecil.

Baca juga:

Memprihatinkan.. Sampah Sungai di Jumputrejo Terkesan Tiada Habisnya, Warga Minta Pemda Lebih Serius

Dikatakan bahwa pihak kakak dari Isma pernah mengajukan bansos ke Kepala Desa Karangpuri, namun di katakan tidak dapat karena usia masih muda, kalau usia belum 60 tahun maka tidak dapat bantuan.

Foto: Kondisi rumah yang dipetak dengan triplek tanpa WC.

“Saya tidak pernah meminta-minta, tapi setidaknya bila dikasih juga kan bisa membantu meringankan saya beban saya juga” ujarnya

Dari pantauan anggota Comunitas Insan Pers Peduli yang ada dilokasi, pada hari Minggu (02/11/2025) malam. Isma tinggal dalam bangunan ala kadarnya dari triplek dan tidak memiliki fasilitas WC (sanitasi dasar). Untuk listrik rumah minta dari rumah keluarga yang dekat, bahkan makan sehari-hari seadanya dari penghasilan sebulan hanya 1 juta.

Baca juga:

Pemkab Sidoarjo Menetapkan Pilkades Serentak 2026 di 80 Desa

Kasus ini menjadi sorotan tajam, menguak persoalan akurasi data kemiskinan dan mekanisme penyaluran bansos yang tampaknya belum menjangkau warga miskin ekstrem dan pekerja rentan seperti Ismawati. @dieft