Polres Pacitan Dorong Produktivitas Jagung di Bandar: Polisi Dampingi Panen hingga Evaluasi Kualitas Benih
PACITAN, kasatmata.id | Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Polres Pacitan Polda Jawa Timur aktif terlibat dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung di Kecamatan Bandar. Langkah konkret dilakukan melalui pendampingan langsung kegiatan panen bersama kelompok tani di Desa Watupatok, Dusun Sampiran, pada Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini tidak hanya fokus pada proses pemanenan, tetapi juga menyasar evaluasi mutu benih yang menjadi kunci keberhasilan budidaya. Turut hadir dalam acara tersebut adalah anggota Gapoktan Sedyo Mulyo, penyuluh pertanian lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan, serta perwakilan perusahaan produsen benih jagung asal Ponorogo.
Baca juga:
Polres Lumajang Gelar Gowes Meriah Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Diikuti Ribuan Peserta
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, melalui Kapolsek Bandar AKP Agus Budiono menjelaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kami memahami bahwa pertanian adalah salah satu sektor utama yang menopang kehidupan sebagian besar warga di Kabupaten Pacitan, khususnya di Kecamatan Bandar. Oleh karena itu, kami mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani, karena hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan mereka dan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus nasional,” ujar AKP Agus saat memberikan arahan pada lokasi panen.
Selain turut membantu proses pemetikan dan pengumpulan jagung segar bersama petani, pihak kepolisian juga memfasilitasi diskusi tatap muka antara kelompok tani dengan perwakilan perusahaan benih. Dalam diskusi tersebut, para petani menyampaikan hasil observasi selama masa tanam hingga panen, termasuk tantangan yang dihadapi seperti kesesuaian benih dengan kondisi lahan lokal, tingkat daya tumbuh, serta hasil produksi yang dicapai.
Perwakilan perusahaan benih, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan bahwa evaluasi ini sangat berharga untuk menyempurnakan kualitas produk benih kedepannya. “Kami sangat menghargai masukan langsung dari petani yang telah mengaplikasikan benih kami di lapangan. Informasi yang diterima akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penyempurnaan, baik dalam proses produksi benih maupun dalam memberikan panduan budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi wilayah Bandar,” ucap perwakilan tersebut.
Penyuluh pertanian lapangan yang turut hadir menambahkan bahwa kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih efisien. “Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kepolisian, penyedia benih, hingga pemerintah daerah, petani akan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil budidaya,” jelas penyuluh tersebut.
Baca juga:
AKP Agus menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan bekerja sama dengan semua pihak, mulai dari tahap persiapan lahan, pemilihan benih, proses tanam, hingga panen dan pemasaran hasil. Hanya dengan kerja sama yang solid, kita bisa mewujudkan pertanian yang produktif dan menguntungkan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Dari hasil pantauan di lokasi, jagung yang dipanen pada kesempatan ini menunjukkan kualitas yang baik dengan bobot buah yang optimal, meskipun sebagian petani menyampaikan bahwa beberapa lahan masih menghadapi tantangan terkait drainase dan pasokan air pada musim kemarau awal. @dieft












