Program Inklusi Kesadaran Pajak DJP Jatim II Jangkau SMP, Terobosan Baru Generasi Muda

Foto: Kakanwil DJP Jawa Timur II Arridel Mindra, didampingi Kabid P2Humas Heru Susilo berfoto bersama Kepala Sekolah SMP 4 Sidoarjo Arif Budiono dan Plt. Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dinda Aya Shofia, S.Pd.

Program Inklusi Kesadaran Pajak DJP Jatim II Jangkau SMP, Terobosan Baru Generasi Muda

Sidoarjo, kasatmata.id  |  Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur II meluncurkan terobosan strategis dengan memperluas cakupan Program Inklusi Kesadaran Pajak hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 15 lembaga pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (18/06/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Mojopahit Kanwil DJP Jawa Timur II disaksikan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo. Inisiatif ini menjadi langkah kunci untuk menyebarkan edukasi perpajakan secara menyeluruh dengan mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam proses pembelajaran formal di sekolah.

Baca juga:

Polsek Wonoayu dan Petani Optimalkan Lahan Jagung Swasembada

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II Dr. Arridel Mindra, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Potensi dan Humas Heru Susilo, berfoto bersama Kepala Sekolah SMP 4 Sidoarjo Arif Budiono, Plt. Kepala Seksi Pembinaan Kelembagaan dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Dinda Aya Shofia, S.Pd, serta guru perwakilan dari 15 SMP mitra. Sebanyak 63 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi penandatanganan PKS, pemaparan materi inklusi kesadaran pajak, dan sesi diskusi serta tanya jawab.

Dalam sambutannya, Arridel Mindra menegaskan bahwa pajak memiliki peran krusial dalam mendukung penyelenggaraan negara. Penerimaan pajak dialokasikan untuk membiayai berbagai program pemerintah, termasuk sektor pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Pajak merupakan keniscayaan dalam kehidupan bernegara. Melalui pajak, masyarakat bergotong royong membiayai kebutuhan negara secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kesadaran pajak perlu dibangun sejak usia sekolah agar tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Foto: Para peserta PKS Inklusi Perpajakan sedang menyimak penjelasan Kakanwil

Program Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan menjadi keunggulan utama DJP dalam menanamkan pemahaman mengenai fungsi dan manfaat pajak kepada peserta didik sejak dini. Program ini dijalankan melalui pengintegrasian materi dan nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam mata pelajaran maupun kegiatan pembelajaran yang relevan, sehingga dapat disampaikan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Arridel menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter, yang memahami pentingnya kontribusi kepada negara serta menjunjung nilai-nilai bela negara dan cinta tanah air. Melalui pendekatan pendidikan ini, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki kesadaran pajak untuk mendukung peningkatan kepatuhan pajak secara kolaboratif di masa mendatang.

Sebelumnya, Kanwil DJP Jawa Timur II telah sukses melaksanakan program serupa pada jenjang perguruan tinggi dan sekolah menengah atas. Tahun 2026 ini, cakupan diperluas ke tingkat SMP dengan Kabupaten Sidoarjo sebagai lokasi awal pelaksanaan. Ke depan, program yang sama akan dikembangkan secara bertahap pada SMP lainnya di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Timur II.

Baca juga:

Polres Blitar Kota Amankan Tiga Tersangka Perampasan Modus Jebak

Kegiatan ini menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara Direktorat Jenderal Pajak dan sekolah-sekolah SMP di Kabupaten Sidoarjo dalam membangun budaya sadar pajak. Kepala sekolah dan guru diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mengimplementasikan materi serta nilai-nilai kesadaran pajak di lingkungan masing-masing sekolah.

Pada akhir sambutannya, Arridel mengajak para pendidik untuk menyisipkan cerita dan contoh sederhana mengenai manfaat pajak dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga peserta didik dapat memahami bahwa pajak memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan negara.  @dieft