Polsek Balongbendo Tunjukkan Dukungan Ketahanan Pangan Dampingi Petani Jagung Desa Singkalan
Sidoarjo, kasatmata.id | Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Balongbendo Polresta Sidoarjo tunjukkan dukungan ketahanan pangan dengan secara langsung melakukan kunjungan lapangan untuk memantau perkembangan tanaman jagung hibrida milik kelompok tani di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo. Kegiatan pendampingan yang dilakukan pada Minggu pagi tersebut menjadi wujud nyata dari gerakan “Polisi Cinta Petani” yang digelorakan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.
PETUGAS POLISI CEK PERKEMBANGAN 1 HECTARE LAHAN JAGUNG HIBRIDA
Pengecekan lahan pertanian dilakukan oleh Panitia Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Balongbendo Aiptu Ar Maksum bersama dengan Bhabinkamtibmas Desa Singkalan Aipda Budi Setiawan. Keduanya fokus memantau kondisi lahan jagung Perkasa Hibrida seluas 1 hektare yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur, dengan pengelola harian dilakukan oleh petani lokal Slamet.
Baca juga:
1.000 Anak Yatim Sidoarjo Gelar Perkemahan, Wakil Bupati Sidoarjo Ajak Berani Mimpi Tinggi
Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari kondisi tanah, pertumbuhan batang dan daun, hingga potensi serangan hama dan penyakit, petugas menyatakan bahwa tanaman jagung menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Beberapa petak tanaman bahkan telah memasuki fase pembentukan tongkol, menjadi indikasi positif untuk hasil panen yang memuaskan nantinya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya implementasi program swasembada jagung yang mendapatkan dukungan penuh dari Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing. Gerakan “Polisi Cinta Petani” yang menjadi landasan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara aparatur kepolisian dengan masyarakat pertanian, sekaligus berkontribusi langsung pada peningkatan ketahanan pangan daerah dan nasional.
KEHADIRAN POLISI DI TENGAH PETANI LEBIH DARI HANYA KEAMANAN
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono menjelaskan bahwa peran kepolisian dalam mendukung sektor pertanian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban di lahan pertanian, tetapi juga memberikan dukungan moril dan pendampingan teknis agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan optimal.
“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai mitra bagi para petani dalam mengembangkan sektor pertanian. Melalui pemantauan dan pendampingan rutin terhadap lahan pertanian warga, kami berharap tanaman jagung yang mereka kelola dapat tumbuh dengan maksimal hingga mencapai masa panen,” ujarnya.
Kompol Sugeng juga menegaskan bahwa dukungan ini sejalan dengan upaya mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. “Pertanian adalah tulang punggung perekonomian negara dan dasar dari ketahanan bangsa. Melalui kerja sama yang erat antara Polri dengan petani, kami yakin dapat berkontribusi dalam mewujudkan target swasembada pangan yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Selain mengecek kondisi tanaman, petugas juga memberikan arahan kepada petani mengenai pentingnya perawatan intensif pada fase kritis pertumbuhan jagung, seperti penyiraman teratur, pemupukan tambahan sesuai kebutuhan tanaman, serta langkah-langkah pencegahan serangan hama secara tepat waktu. Mereka juga menyampaikan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif kini telah dimanfaatkan dengan baik untuk budidaya jagung, yang diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan pendapatan petani.
PETANI APRESIASI PERHATIAN DAN PENDAMPINGAN POLRI
Slamet, selaku petani sekaligus anggota Poktan Sumber Makmur, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pihak Polsek Balongbendo. Menurutnya, kehadiran aparatur kepolisian di lahan pertanian memberikan semangat tersendiri bagi para petani.
Baca juga:
BPJS Bersama Pemkab Sidoarjo Luncurkan GARDU Sosial, Inisiatif Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja
“Kami sangat menghargai perhatian yang diberikan oleh Bapak-bapak Polisi dari Polsek Balongbendo. Sebelumnya, kami terkadang merasa kurang mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, tetapi dengan adanya pendampingan ini, kami merasa lebih termotivasi untuk merawat tanaman dengan lebih baik,” ujar Slamet dengan penuh semangat.
Ia berharap hasil panen jagung kali ini dapat mencapai target yang diharapkan, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan lingkungan sekitar, tetapi juga dapat berkontribusi pada pasokan jagung di tingkat Kabupaten Sidoarjo. “Semoga dengan hasil panen yang maksimal, kami bisa membantu mendukung kebutuhan pangan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga kami sendiri,” tambahnya.
Poktan Sumber Makmur sendiri memiliki rencana untuk mengembangkan lahan jagung menjadi lebih luas jika hasil panen kali ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan, dengan harapan dapat mengajak lebih banyak petani lokal untuk bergabung dalam program budidaya jagung hibrida. @dieft












