Wabup Mimik Apresiasi Tiga Pelajar Sidoarjo, Akan Usung Gerakan “Tukar Sampah Jadi Bibit”

Foto: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana bersama tiga delegasi yang mewakili daerah ini adalah Mochammad Raffa Satria dari SMAN 1 Gedangan, Levia dari SMAN 1 Sidoarjo, dan Mochammad Aditya Pratama dari SMA Senopati Sedati. Mereka akan mengikuti Jambore Generasi Hijau 2026 yang akan digelar secara nasional pada tanggal 21-26 Agustus 2026 mendatang.

Wabup Mimik Apresiasi Tiga Pelajar Sidoarjo, Akan Usung Gerakan “Tukar Sampah Jadi Bibit”

SIDOARJO, kasatmata.id | Tiga pelajar asal Kabupaten Sidoarjo yang terpilih Targetkan Beroperasi 2027, Pemkab Sidoarjo Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Gedangan delegasi nasional dalam Jambore Generasi Hijau 2026 telah memaparkan rencana aksi lingkungan yang akan mereka gelar sepulang dari kegiatan tersebut di hadapan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, pada Senin (25/6/2026).

Ketiga delegasi yang mewakili daerah ini adalah Mochammad Raffa Satria dari SMAN 1 Gedangan, Levia dari SMAN 1 Sidoarjo, dan Mochammad Aditya Pratama dari SMA Senopati Sedati. Mereka akan mengikuti Jambore Generasi Hijau 2026 yang akan digelar secara nasional pada tanggal 21-26 Agustus 2026 mendatang.

Rencana Aksi: Edukasi Lingkungan dan Program Tukar Sampah Plastik

Dalam pemaparan rencana kerja mereka, para delegasi menyampaikan bahwa fokus utama adalah mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang berpotensi menjadi mikroplastik dan mencemari ekosistem lokal. Edukasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan sekolah, wilayah tempat tinggal masing-masing, hingga melalui acara publik seperti Car Free Day.

Baca juga:

Wabup Mimik: Kolaborasi Pemkab Sidoarjo dan HIPMI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Levia, salah satu delegasi, menjelaskan bahwa permasalahan sampah plastik menjadi prioritas utama yang ingin mereka angkat dalam program keberlanjutan lingkungan.

“Masalah lingkungan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban bersama seluruh masyarakat. Kami ingin mengajak masyarakat memahami cara mengolah sampah dengan benar. Oleh karena itu, kami akan menjalankan program inovatif berupa penukaran sampah plastik dengan bibit tanaman,” ujar Levia.

Menurutnya, program tersebut ditargetkan mampu menjangkau sekitar 250 warga, yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum. Melalui gerakan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk memilah sampah dengan benar, tetapi juga mendapatkan manfaat nyata berupa bibit tanaman yang dapat ditanam di lingkungan sekitar.

“Selain kegiatan edukasi secara langsung (luring), kami juga berencana menyebarkan informasi melalui platform daring selama tiga bulan awal pasca mengikuti jambore. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Wabup Mimik: Dukung Program Positif, Sampah Masalah Bersama

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas terpilihnya tiga pelajar Sidoarjo sebagai delegasi nasional. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti jambore dapat segera diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat luas di Sidoarjo.

“Setelah mendapatkan pelatihan dan bekal pengetahuan dari kegiatan nasional tersebut, ilmunya harus bisa langsung diterapkan di daerah kita. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program yang berdampak positif bagi lingkungan hidup,” ucap Mimik.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah, kesadaran masyarakat untuk membuang dan mengelola sampah dengan benar masih perlu terus ditingkatkan.

“Sampah adalah permasalahan kita bersama. Pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin melalui berbagai program, namun masih ditemukan sebagian masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Karena itu, edukasi seperti yang akan dilakukan oleh para delegasi ini sangat penting dan relevan,” jelasnya.

Wabup Mimik juga mendorong masyarakat untuk memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga, dengan memisahkan antara sampah organik dan sampah plastik. Menurutnya, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mengurangi timbunan sampah di daerah.

“Program penukaran sampah plastik dengan bibit tanaman yang akan dijalankan sangat menarik dan berpotensi efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Selain membantu mengurangi jumlah sampah plastik, program ini juga akan mendorong gerakan penghijauan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Ia menambahkan, “Jika sampah plastik dikumpulkan dan dapat ditukar dengan bibit, masyarakat akan lebih memiliki semangat untuk terlibat. Bibit yang diperoleh bisa ditanam di halaman rumah, pekarangan sekolah, maupun area publik lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.”

Baca juga:

Pada akhir pertemuan, Mimik mengajak para delegasi untuk terus mengembangkan inovasi terkait isu lingkungan, termasuk dengan memberikan edukasi tentang pengolahan sampah dan membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan pencemaran lingkungan.

“Saya juga berharap keikutsertaan delegasi muda Sidoarjo dalam Jambore Generasi Hijau 2026 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” tutup Wakil Bupati Mimik Idayana. @dieft