Roadshow 17 Kota, Film Karya Ito Mavin Tiba di Sidoarjo

Foto: Dalam wawancara eksklusif, Sutradara Ito Mavin bercerita tentang proses pembuatan, tantangan, dan harapan di balik karya yang ia buat.

Roadshow 17 Kota, Film Karya Ito Mavin Tiba di Sidoarjo

SIDOARJO, kasatmata.id  | Sebuah karya film layar lebar bernuansa kedaerahan siap menghibur penonton tanah air. Disutradarai oleh Ito Mavin, film ini mengangkat budaya lokal dan kearifan masyarakat Jawa dengan sentuhan cerita yang universal. Dalam rangkaian promosi yang melintas 17 kota di Jawa, tim produksi tiba di Sidoarjo pada Selasa (3/11/2026) untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan karya ini kepada masyarakat.

Dalam wawancara eksklusif, Sutradara Ito Mavin bercerita tentang proses pembuatan, tantangan, dan harapan di balik karya yang ia buat.

Baca juga:

Momentum Penegasan Komitmen Pemerintah, 3.794 PPPK Paruh Waktu Diperpanjang

Kombinasi Pemain Lokal dan Nasional

Untuk menjangkau penonton lebih luas, tim produksi menggabungkan pemain lokal dengan nama-nama besar di dunia akting nasional. Total ada sekitar 14 hingga 15 orang yang terlibat, mencakup pemain utama, pemain pendukung utama, dan pemain pendukung. Namun dalam workshop persiapan ini tidak semua dapat hadir karena berbenturan dengan jadwal masing-masing.

Film Kedua, Hati-Hati di Jalan

“Ini sebenarnya film kedua yang saya garap. Film pertama belum tayang, insyaallah rencananya tahun depan,” ungkap Ito Mavin.

Meski film layar lebar ini baru keduanya, ia bukan pendatang baru di dunia kreatif. Sudah hampir 17 tahun berkarier di dunia periklanan, baru pada 2024 ia berpindah haluan sepenuhnya ke film layar lebar.

Foto: Anime masyarakat Sidoarjo menyaksikan launching film “Piye To Kie”.

“Tantangannya sebenarnya tidak terlalu besar, hanya hal-hal kecil yang masih bisa diatasi. Terlebih film ini menggunakan bahasa Jawa, dan saya asli orang Jawa. Saya cukup dekat dengan budayanya, jadi semuanya berjalan lancar. Syutingnya pun terasa seru saja,” ujarnya.

Baca juga:

Wujudkan Program POLINDIK, Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung di SMPN1 Waru

Reog Ponorogo, Cinta Tanah Kelahiran

Lahir di Ponorogo namun telah hampir 22 tahun menetap di Jakarta, Ito Mavin ingin menunaikan tanggung jawabnya terhadap tempat kelahiran.

“Saya memasukkan unsur budaya Reog Ponorogo ke dalam film ini. Mungkin tidak terlalu banyak, tetapi sebagai bentuk pertanggungjawaban saya sebagai orang yang lahir di kota tersebut,” jelasnya.

Sekitar 85% dialog dalam film ini menggunakan bahasa Jawa. Namun penonton tidak perlu khawatir, karena film ini dilengkapi dengan teks terjemahan atau takarir di layar.

Foto: Para pemain utama temu bareng masyarakat Sidoarjo.

Bahasa Ikhlas, Bahasa Universal

Nilai-nilai yang diangkat dalam cerita ini sejatinya tidak terbatas oleh batasan daerah.

“Sebenarnya tidak ada batasan bahasa. Karena bahasa perjuangan, bahasa keikhlasan — itu adalah bahasa universal yang hidup di tengah masyarakat,” tegas Ito Mavin.

Roadshow 17 Kota, Sidoarjo Salah Satu Tujuan

Rangkaian promosi film ini dimulai dari Semarang pada 22 Oktober, lalu berlanjut ke Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Mojokerto, Gresik, Surabaya, dan tiba di Sidoarjo.

“Kenapa Sidoarjo? Karena salah satu pemain utama kita lahir dan besar di sini, di kawasan Saraswati. Rumahnya tidak jauh dari sini,” ungkapnya.

Peluncuran resmi akan digelar pada tanggal 19 November mendatang.

Baca juga:

Tindak Lanjut SE Kapolri, Polda Jatim Tegaskan Larangan Penggunaan Vape bagi Seluruh PNPP

Harapan: Dari Hati ke Hati

Ditanya mengenai target jumlah penonton, Ito Mavin tersenyum dan menyebutkan bahwa di kalangan pelaku industri, menyebut angka terkadang dianggap tabu.

“Kami tidak menargetkan angka jutaan penonton. Yang kami harap, sesuatu yang kami buat dari hati, bisa sampai ke hati penonton. Semoga film ini diterima dengan baik oleh masyarakat Sidoarjo dan seluruh Indonesia,” ucapnya tulus.

Setelah film ini tayang, tim produksi sudah menyiapkan rencana pembuatan film baru yang akan mulai proses pasca-Lebaran nanti. Mereka juga membuka kemungkinan untuk melanjutkan cerita film ini menjadi sekuel atau prequel, tergantung sambutan masyarakat.

“Mohon doanya, semoga film ini mendapat hati penonton. Dukungan dari kalian sangat berarti agar kami bisa terus berkarya,” pungkas Ito Mavin. @dieft