Memprihatinkan, Jalan Provinsi Terminal Truk Guyangan Hancur Berdampak Pada Perekonomian Masyarakat
kasatmata.id, NGANJUK | Miris dan memprihatinkan, kondisi jalan utama disekitar terminal truk Guyangan di kecamatan Bagor kabupaten Nganjuk disebut warga sebagai jalan provinsi namun tidak pernah tersentuh perbaikan.
Tampak dari pantauan awak media, jalan raya sangat rusak, banyak lubang-lubang menganga dengan kondisi yang memprihatinkan, Minggu (02/11/2025).
Truk-truk besar yang setiap hari melintas harus berhati-hati melewati genangan air dan lubang menganga. Saat musim hujan, jalan berubah seperti kubangan lumpur, sementara di musim kemarau, debu pekat menyelimuti pemukiman warga dan mengganggu kesehatan.
“Jalan ini milik provinsi, tapi bertahun-tahun rusak begini saja,” ujar salah seorang warga Guyangan yang enggan disebut namanya.
Kerusakan jalan di kawasan terminal truk Guyangan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses utama pengangkutan hasil pertanian, material bangunan, dan logistik antar wilayah. Bila dibiarkan, maka bukan hanya ekonomi lokal yang terhambat, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap janji pembangunan yang merata.
Pemerhati kebijakan publik menilai, jika benar jalan tersebut berstatus jalan provinsi, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus segera turun tangan melalui Dinas PU Bina Marga. Namun di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga tidak boleh diam, karena kondisi ini terjadi di wilayahnya dan menyangkut kepentingan warganya sendiri.
Slogan “Nganjuk Melesat” yang digaungkan Bupati seharusnya menjadi semangat nyata dalam pembangunan, bukan sekadar kalimat motivasi.
Faktanya, Nganjuk belum sepenuhnya melesat, jika infrastruktur dasar seperti jalan Terminal Truk Guyangan masih dibiarkan rusak berat tanpa perhatian.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait rencana perbaikan jalan tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat berkoordinasi, bukan saling menunggu. Karena jalan rusak bukan hanya masalah aspal, tetapi cermin sejauh mana pemerintah benar-benar berpihak pada rakyatnya. @red












