Ketua DPRD Sidoarjo Hadiri Jafest Sidoarjo 2025

Ketua DPRD Sidoarjo Hadiri Jafest Sidoarjo 2025

Kasatmata.id, SIDOARJO | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasih dalam acara Pekan Budaya Sidoarjo JAFEST (Jayandaru Festival) tahun 2025, dengan mengusung tema “Merajut Warisan Budaya Untuk Memajukan Kebudayaan” yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sidoarjo, di Parkir Utara Museum Mpu Tantular, pada hari Rabu (26/11/2025) malam.

Foto: Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo H.Abdillah Nasih, S.M,.

Acara yang dibuka pada hari Senin 24 November 2025 pukul 19.00 Wib hingga hari Sabtu 29 November 2025 malam tersebut di ikuti peserta umum yang berusia 15 tahun keatas dengan berbagai lomba kreatifitas dan penampilan musik dari artis PAMDI.

Acara talk show di hadiri Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo H.Abdillah Nasih, S.M, Pemerhati budaya Dr. Drs. Arif Rofiq, M. Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, dan drh. Yudhistira Eka Putra sebagai moderator.

Baca juga:

Polri Perkuat Model Pelayanan Unjuk Rasa Berbasis Standar HAM Internasional, Wakapolri: “Kita Sesuaikan dengan Best Practice Negara Maju

Pembukaan acara Pekan Budaya Sidoarjo 2025 JAFEST 2025 resmi dibuka pada Senin, 24 November 2025 oleh Ketua DRPD kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, S.M., menjadi wadah untuk merajut tradisi dan inovasi dalam panggung kebudayaan untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Disampaikan Ketua DRPD kabupaten Sidoarjo, Apresiasi terhadap inisiator dan komunitas seni, yang mengungkapkan bahwa ide JAFEST berawal dari keprihatinannya dan kedekekatannya dengan komunitas seni di Sidoarjo, yang merasa kekayaan budaya lokal belum terangkat maksimal.

“Saya pribadi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi hingga acara berskala besar ini, mampu mengemas edukasi budaya menjadi atraksi yang menarik, terutama bagi generasi muda dan wisatawan. Dengan membawa ikon budaya dan sejarah Sidoarjo yang melambangkan kejayaan dan kemakmuran” sampai Abdillah Nasih.

“Dalam konteks perkembangan zaman dan teknologi, saya tekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan seni budaya dalam kehidupan masyarakat secara konkret agar tidak ditinggalkan oleh generasi mendatang atau dilupakan” imbuhnya saat dikonfirmasi awak media.

Foto: Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo H.Abdillah Nasih, S.M, Pemerhati budaya Dr. Drs. Arif Rofiq, M. Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, dan drh. Yudhistira Eka Putra sebagai moderator, Rabu (16/11/2025).

Dengan beredarnya isu di masyarakat terkait pelaku kebudayaan yang merasa tebang pilih dan kurang mendapat perhatian pemerintah daerah, menurut Abdillah Nasih menjadi masukkan yang positif, agar pemerintah daerah bisa koreksi diri dan memperbaiki lagi. “Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman media, karena adanya informasi dari media maka kita bisa mengetahui apa yang belum diketahui, dari sini juga kita bisa memperbaiki diri” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan Legislatif, Ketua DPRD kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk mendukung penuh keberlanjutan Jayandaru Festival 2025 (JAFEST) dan terselenggaranya Jafest 2025 sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah, bersama dengan dukungan DPRD, dalam memajukan budaya dan ekonomi kreatif lokal.

Baca juga:

Dialog Literasi Kebangsaan STIK Angkat Isu Etika Moral dalam Transformasi Birokrasi Polri

“Kalau teknis saya serahkan sepenuhnya kepada Diknas (Dispendikbud) ya. Karena mungkin nggak bisa secara keseluruhan (jumlahnya puluhan hingga ratusan) terakomodir atau tercover semuanya ya. Tetapi minimal (acara ini) mulai memberikan perhatian yang lebih kepada seniman-seniman dan budayawan-budayawan yang ada di Sidoarjo ini agar merasa ikut diperhatikan,” tegas cak Nasik sapaan akrabnya.

“Itu akan menjadi evaluasi kami dari DPRD kepada OPD ya, kalau pun hari ini ada kekurangan-kekurangannya ini, pasti kami minta evaluasi kepada panitia pelaksana,” tandasnya.

“Saya berharap agar Kabupaten Sidoarjo tidak hanya dikenal sebagai kota industri atau seni, tetapi secara luas menjadi “Kota Budaya” yang kaya akan warisan tradisi, seperti Tari Banjar Kemuning, Musik Patrol, Kupang Lontong, dan Udeng Pacul Gowang. Maka penting adanya pelestarian di era modernisasi saat ini” tegasnya.

Sebagai stimulus responsibility DPRD terhadap Pemkab Sidoarjo, dengan harapan banyak mengagendakan kegiatan budaya dan melibatkan banyak pelaku/ pegiat, para komunitas budaya dan budayawan Sidoarjo.

“Tidak boleh ada tebang pilih atau like and dislike. Semua warga Sidoarjo mempunyai hak yang sama. Kalau ada perlakuan itu, silakan langsung melayangkan surat ke DPRD untuk dilakukan hearing” tegasnya.

“Saya berkomitmen bahwa tahun depan akan ada Jayandaru Festival jilid dua. Sidoarjo membutuhkan branding budaya yang kuat, sesuatu yang bisa dieksplorasi dan dinikmati masyarakat, tidak hanya di sini, tetapi juga dari luar daerah,” pungkasnya.

Beliau juga menyoroti bahwa event seni budaya seperti JAFEST dapat menjadi penggerak ekonomi daerah dan branding Sidoarjo sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Foto: penampilan musik dari artis PAMDI, yang dimeriahkan oleh Eizz Deniza, Miko Sadewo, Jamil Primanada, Aurel Garnetha dan Key Mr Gombez.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd, menjelaskan Festival ini dirancang sebagai inisiatif strategis selama tujuh hari penuh yang berfungsi sebagai ekosistem terpadu antara ekonomi dan budaya.

Tujuan utama dari tujuh hari penyelenggaraan Jayandaru Fest mendongkrak daya saing dan omzet UMKM Sidoarjo secara signifikan dengan memfasilitasi business matching, workshop
digitalisasi, dan pameran produk yang eksklusif.

“Dengan mengenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal secara holistik, menjadikannya tontonan, pembelajaran, dan pengalaman yang berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui durasi tujuh hari, Jayandaru Fest memberikan waktu yang cukup bagi pelaku UMKM untuk membangun engagement yang mendalam dengan konsumen dan bagi pengunjung untuk menikmati seluruh spektrum kegiatan budaya” jelas Tirto.

Harapannya, sinergi antara ekonomi dan budaya ini akan menciptakan dampak berganda (multiplier effect) yang nyata bagi pertumbuhan Sidoarjo sebagai destinasi unggulan berbasis.

Dengan deretan program seni, edukasi, serta ruang bagi pelaku UMKM, Jayandaru Festival 2025 diharapkan menjadi momentum penguatan budaya serta pengembangan ekonomi kreatif lokal. Festival masih akan berlangsung hingga 29 November mendatang dan terbuka untuk umum. @dieft