Miris…Makam Berusia Puluhan Tahun Nyaris Roboh, Sering Disatroni Maling

Foto: Fendi Penjaga makam saat dikonfirmasi awak media di makam pada hari Kamis (29/01/2026).

Miris…Makam Berusia Puluhan Tahun Nyaris Roboh, Sering Disatroni Maling

kasatmata.id, SURABAYA | Miris… kondisi sebuah tembok pembatas pemakaman yang berumur sudah setengah abad lebih tepatnya di alamat Platuk Donomulyo GG 1 C yang biasa di sebut Jalan Randu kec. Kenjeran Surabaya nampak sudah rapuh bahkan sudah nyaris roboh dan terkesan kurang perhatian dari pemerintah setempat, Kamis (29/01/2026) sore.

Dari pantauan awak media dilapangan, bangunan tembok pembatas antara jalan raya, pemukiman warga dan lahan pemakaman sangat pendek sudah rapuh, sebagian ada yang hancur, sebagian juga nampak miring (doyong) dan ditumbuhi ilalang yang sangat tinggi.

Berdasarkan keluhan sang penjaga makam yang bernama Ahmad Rifaldi (50) ternyata bukan hanya tembok pembatas tapi pemakaman warga RW. 01 kelurahan Sidotopo Wetan tersebut, tidak memiliki saluran air jadi jika turun hujan sering terjadi banjir hingga menutup makam dan ada beberapa hingga ambles karena posisi tanah makam rendah dan pastinya makam-makam tersebut tergenang air dengan waktu yang cukup lama nunggu air surut sendiri.

Foto: Kondisi tembok makam pendek dan yang nyaris roboh.

“Bukan sekedar tembok yang rusak dan saluran air, untuk pembuangan sampah juga tidak ada yang memperhatikan, hingga sampah terkumpul di sisi tembok menumpuk sudah sangat lama, kalau banjir pastinya saya sendiri kuwalahan membersihkan semuanya. Apalagi alat penyedot air (diesel) tidak ada karena pemakaman ini sudah sering kemalingan tapi semua laporan saya ke RW tidak pernah di gubris” ungkap Fendi sapaan akrabnya saat ditemui awak media, pada hari Kamis ( 29/01/2026) sore.

“Dari laporan tembok, laporan sampah hingga aduan pos makam yang kemalingan semua tidak ada respon baik dari pihak RW, bahkan saya sempat minta pak RW untuk melanjutkan laporan ke kepolisian dilarang” imbuhnya.

“Karena bukan sekali tapi berkali-kali, dari beberapa kipas angin, sepeda, alat-alat di makam, termasuk alat sedot air semua hilang. Lalu saya disini harus bagaimana… dan pada siapa saya harus mengadu, kasian juga yang ada di makam ini…??” keluhnya.

Ditambahkan lagi, perhatian dari pemerintah yang baru masuk ini berupa PJU di beberapa titik ini, tapi untuk tembok, saluran air dan pembuangan sampah sampai sekarang ini belum ada realisasi.

Dijelaskan Fendi, jika harus menanggung kerugian di makam sangat tidak mungkin karena upah yang dia terima selama ini sangatlah minim. Sejak tahun 2021 hanya menerima upah 500.000 ribu tiap bulan, sekarang 800.000 tiap bulan. Tiap bulan mendapat tunjangan 200.000 ribu itupun dipotong admin, terkadang terima hanya 150.000.

Foto: Tumpukan sampah yang menggunung di tiap sudut makam.

“Pernah dilakukan pengukuran sekira dua tahun lalu tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa dan kondisi masih sama bahkan sekarang liat sendiri makin parah” ujarnya.

“Saya tidak paham bagaimana prosedurnya namun besar harapan saya ada perhatian khusus untuk makam tersebut, agar lebih nyaman, bersih dan tampak terurus saat ada peziarah. Toh….dengan usia makam sudah puluhan tahun sudah pasti semuanya perlu perbaikkan dan pembenahan yang lebih baik” pungkasnya.

Wagimin selaku ketua RW.01 kelurahan Sidotot Wetan kecamatan Kenjeran saat dikonfirmasi melalui WhatsAps pribadinya, pada hari Kamis (30/01/2026) menyampaikan, ” untuk sampah memang sudah kami agendakan cuma yg mau ambil masih belum bersedia karena jauh dari TPSnya” jawab Wagimin.

“Sebetulnya… Sudah agak lama gak terjadi semenjak saya bangun PJU itu. Saya juga dapat info dari salah satu teman, yang mencuri orang sekitar disitu, kabarnya untuk minum-minum, terkait hal ini juga masih kita selidiki” sampainya.

“Ada alternatif penjaga makam apa ada masalah dengan orang tersebut…?, namun untuk pencurian itu sudah dikordinasikan ke satgas kelurahan dan pelakunya sudah ditangkap (menurut keterangan warga diduga pelaku tersebut sering tidur di makam). Bukan hanya itu, pelaku sudah membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh RT-RW lalu di pulangkan” ungkapnya.

“Terkait masalah pagar makam yang sudah miring itu, sudah kami ajukan lewat Camat terdahulu, tapi belum realisasi. Dan saya belum kordinasikan ke Camat yang sekarang” tandasnya. @dieft