Anggota DPR RI Komisi V Gelar Kunker ke Jatim, Tinjau Terminal Purabaya dan Bahas Percepatan Infrastruktur Transportasi
kasatmata.id, Sidoarjo | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi V memanfaatkan masa reses untuk melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Provinsi Jawa Timur. Pada pagi hari Senin (23/2), puluhan anggota dewan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae melakukan kunjungan pertama ke Terminal Purabaya, Kabupaten Sidoarjo – salah satu terminal bus tipe A terbesar di Jawa Timur – guna mengevaluasi kesiapan infrastruktur dalam menghadapi musim mudik Lebaran tahun ini.
Baca juga:
Kunjungan Tim Verifikasi Kodam V/Brawijaya Dalam Rangka Sertijab Danrem 084/BJ
Kedatangan rombongan Komisi V disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, serta Direktur Prasarana Transportasi Jalan (DPTJ) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Toni Tauladan. Setelah melakukan tinjauan langsung di Terminal Purabaya, rombongan melanjutkan kegiatan ke Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda (Sidoarjo) untuk menggelar rapat koordinasi yang fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Jawa Timur.
Dalam rapat koordinasi tersebut, beberapa poin krusial menjadi bahan pembahasan, antara lain dukungan anggaran pusat untuk proyek-proyek strategis, sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, serta upaya percepatan realisasi proyek infrastruktur transportasi di seluruh wilayah Jatim.
Wabup Sidoarjo: Kunjungan Jadi Momentum Strategis untuk Sinergi Pemerintah
Hj. Mimik Idayana menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi Komisi V dan menekankan bahwa kunjungan kali ini menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat datang. Semoga kunjungan ini memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan program-program prioritas infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ucapnya.
Wakil Bupati juga mengajukan berbagai permasalahan infrastruktur yang masih menjadi perhatian masyarakat Sidoarjo, seperti kondisi jalan yang banyak berlubang dan fenomena banjir yang belum dapat ditangani secara optimal.

“Hampir setiap hari kami menerima laporan dan telepon dari masyarakat terkait jalan berlubang dan daerah yang tergenang air. Kami berharap mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat terkait penyelesaian permasalahan ini, serta peningkatan akses transportasi yang lebih baik untuk Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.
Ridwan Bae: Komisi V Siap Menampung Aspirasi Daerah
Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae menegaskan komitmen komisi untuk mendengar dan menampung aspirasi daerah dalam rangka percepatan realisasi program pembangunan. Menurutnya, Komisi V akan fokus mendorong pembangunan di sektor-sektor yang menjadi kewenangannya, yaitu perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta pembangunan desa dan daerah tertinggal.
“Melalui forum rapat ini, kami berharap tidak ada lagi jalan – baik kelas kabupaten, provinsi, maupun nasional – yang berlubang. Sebab, kondisi jalan yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas, yang masing-masing memiliki tanggung jawab pengelolaannya pada pemerintah daerah terkait. Oleh karena itu, melalui koordinasi ini kita akan mengumpulkan aspirasi masyarakat untuk diberikan dukungan yang tepat,” ujar Ridwan Bae saat memimpin rapat.
Sekdaprov Jatim: Jatim Butuh Dukungan Berkelanjutan untuk Infrastruktur
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai gerbang perekonomian kawasan Timur Indonesia, sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan.
“Tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 98 persen, sedangkan jalan provinsi berada di kisaran 86 persen. Kami terus berupaya meningkatkan angka tersebut agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah,” ucapnya.
Baca juga:
Kapolri Instruksikan Oknum Brimob di Maluku Dihukum Berat
Adhy Karyono juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim telah mempersiapkan antisipasi terhadap lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini, dengan proyeksi pergerakan jutaan penumpang melalui moda transportasi darat, laut, dan udara. Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong pengembangan transportasi massal di kawasan Surabaya Raya.
“Salah satu rencana strategis yang akan kami wujudkan adalah proyek Kereta Rel Listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo, yang ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2027. Kami juga akan mengembangkan moda transportasi berbasis rel lainnya untuk mengatasi kemacetan dan memperkuat konektivitas di kawasan metropolitan Surabaya Raya,” jelasnya. @dieft












