9 Pelajar Terjaring, Satpol PP Sidoarjo Tekan Kenakalan Remaja & Lindungi Generasi
SIDOARJO, kasatmata.id | Satpol PP Kabupaten Sidoarjo bersama Satpol PP Provinsi Jawa Timur kembali turun ke lapangan guna mengantisipasi kebiasaan bolos sekolah yang berpotensi berkembang menjadi kenakalan remaja. Sebanyak sembilan pelajar terjaring dalam operasi pengawasan yang menyasar sejumlah titik tempat berkumpul anak muda pada jam kegiatan belajar mengajar, Kamis (20/8/2026).
Razia gabungan ini digelar sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan 41 personel — terdiri dari 20 anggota Pleton 3, 13 personel Patroli Keamanan (Patmor), serta delapan petugas Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Tim menyisir empat lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong pelajar, yaitu Warkop Gayeng di pertigaan Desa Kemiri, warkop belakang Rusunawa, Warkop Suli Siwalanpanji, dan Warkop Kapling Siwalanpanji. Para pelajar yang ditemukan di tempat tersebut saat jam sekolah berlangsung kemudian didata dan diberikan pembinaan.
Baca juga:
Raih 3 Penghargaan Sekaligus, Polresta Sidoarjo Unggul Pengelolaan Anggaran Semester I 2026
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo R. Novianto Koesno Adi Putro menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar menindak pelanggaran ketertiban, melainkan langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari pergaulan yang tidak sehat.
“Razia ini kami lakukan bukan hanya untuk menghentikan kebiasaan bolos sekolah, tetapi sekaligus mengantisipasi peredaran minuman keras dan narkoba di kalangan pelajar. Keberadaan mereka di tempat nongkrong saat jam belajar berpotensi membuka ruang bagi berbagai bentuk kenakalan remaja yang lebih serius,” ungkap R. Novianto.

Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelajar akan dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penanganan persoalan ini tidak bisa hanya mengandalkan tindakan penertiban, melainkan harus didukung sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
“Upaya seperti ini akan terus kami lakukan. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan yang baik, baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah harus memperketat pengawasan pada jam pelajaran, sementara orang tua juga wajib memantau perkembangan dan pergaulan anak,” tegas Bupati Subandi.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak cukup hanya melalui razia. Pembinaan, pendidikan karakter, serta penciptaan lingkungan pergaulan yang sehat harus berjalan beriringan. Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong kolaborasi lintas pihak guna menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.
Baca juga:
“Jangan sampai anak-anak kita salah pergaulan. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Mari kita perkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua agar perubahan perilaku anak dapat diketahui lebih dini dan segera mendapat pendampingan yang tepat,” tambahnya.
Seluruh pelajar yang terjaring dalam razia tersebut telah didata dan diberikan pembinaan agar kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa hambatan. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.