Pegang Tongkat Kepemimpinan, Rafi Wibisono Tetapkan Arah Kerja Tegas
SIDOARJO, kasatmata.id | Langkah baru segera diambil Muhamad Rafi Wibisono pasca pegang tongkat kepemimpinan terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo. Ia langsung menetapkan arah kerja yang tegas: menggali potensi atlet lokal, membangun sistem pembinaan yang serius dan berkelanjutan, serta mencetak atlet unggul yang mampu mengharumkan nama Sidoarjo di tingkat provinsi hingga nasional. Tidak hanya prestasi di lapangan, masa depan atlet setelah pensiun pun menjadi prioritas utama.
Dalam sambutannya, Rafi mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang melancarkan proses verifikasi dan pendaftaran. Ia menekankan bahwa Sidoarjo kini mulai mendapatkan perhatian di kancah olahraga Jawa Timur, dan momentum ini harus dijawab dengan pembinaan yang terarah, bukan sekadar seremonial.
Baca juga:
Patroli Polwan Jenggala Presisi: Hadir Humanis, Jaga Sidoarjo Kondusif
“Generasi muda ini adalah calon pemimpin masa depan. Kita tidak hanya mencari prestasi, tapi juga membangun karakter atlet yang unggul,” tegas Rafi.
Rafi juga mengingatkan bahwa tata kelola dan pembinaan olahraga akan menghadapi pengawasan yang semakin ketat mulai tahun 2027. Oleh karena itu, pembenahan harus dimulai sejak saat ini, tanpa menunda. Sinergi antar cabang olahraga (cabor) menjadi syarat mutlak.
“Kita tidak bisa bekerja sendirian. Sebagai pembina, pengurus cabor-cabor harus bisa bersinergi,” ujarnya.
Salah satu penekanan terbesar Rafi adalah masa depan atlet setelah purna prestasi. Ia mendorong adanya skema perlindungan dan jaminan karir bagi atlet berprestasi, termasuk peluang pekerjaan hingga pengangkatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Jangan sampai setelah mengharumkan nama daerah, masa depannya kita biarkan begitu saja. Ini harus kita pikirkan bersama,” katanya.
Percepatan pembinaan menjadi kunci agar prestasi olahraga Sidoarjo tidak berjalan di tempat. Rafi meminta seluruh pengurus cabor menyusun strategi bersama. KONI Sidoarjo akan segera mendorong pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk memetakan persoalan, mengevaluasi program pembinaan, dan menyusun langkah ke depan.
Baca juga:
Curhat Kamtibmas Ketegan: Polri Serap Aspirasi, Kuatkan Sinergi Jaga Keamanan
“Biarkan saya tahu bagaimana kondisi cabor-cabor saat ini. Apa yang kurang, apa yang perlu dievaluasi, agar kita bisa melangkah lebih maju,” pungkasnya.
Pesan Rafi jelas: Sidoarjo tidak cukup hanya melahirkan atlet berprestasi. Sidoarjo harus mampu mencetak juara, membangun karakter yang kokoh, dan menjamin masa depan atletnya secara berkelanjutan. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.