Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, Bullying dan Radikalisme di SMPN 1 Waru

Foto: Satuan Bina Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Sidoarjo menyelenggarakan penyuluhan hukum dan pencegahan kenakalan remaja di SMP Negeri 1 Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (22/9/2026).

Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja, Bullying dan Radikalisme di SMPN 1 Waru

SIDOARJO, kasatmata.id |  Satuan Bina Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Sidoarjo menyelenggarakan penyuluhan hukum dan pencegahan kenakalan remaja di SMP Negeri 1 Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh siswa guna memperkuat kesadaran hukum sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Baca juga:

Bazar Murah HUT ke-81 TNI: Pengabdian Harus Dirasakan Rakyat

Edukasi Menyeluruh Cakup Berbagai Ancaman Sosial

Dalam pertemuan tersebut, petugas menyampaikan materi lengkap meliputi bahaya kenakalan remaja, perundungan (bullying), paham radikalisme, hingga pencegahan tindakan pelecehan seksual yang kerap mengintai generasi muda. Para pelajar diajak memahami risiko perilaku menyimpang dan peran aktif mereka dalam menjaga keamanan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Kasat Binmas Ajak Pelajar Berani Bersuara

Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetiyanto menegaskan pentingnya membangun budaya saling menghormati dan bebas kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia mengimbau para siswa agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta berani melapor kepada guru, orang tua, maupun pihak kepolisian jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Baca juga:

Sinergi Media & BPJS Kesehatan Sidoarjo: Pastikan Informasi JKN Tersampaikan Akurat

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Kami mengajak seluruh siswa menjauhi kenakalan remaja, perundungan, dan segala bentuk kekerasan. Jadilah pelajar yang berprestasi, saling menghargai, dan berani menyampaikan jika mengetahui tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kompol Inggit.

Kegiatan Berlangsung Interaktif dan Disambut Positif

Suasana kegiatan berjalan hangat dan dua arah. Para siswa menyatakan komitmennya turut menjaga ketertiban, meningkatkan kesadaran hukum, serta melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan yang terjadi di lingkungan sekitar. Langkah ini menjadi bukti sinergi kepolisian dan dunia pendidikan dalam menjaga Kamtibmas sejak dini. @dieft