Sinergi Polri-TNI-Petani Pantau Pertumbuhan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
SIDOARJO, kasatmata.id | Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, aparatur Polri, TNI, dan kelompok tani di Kecamatan Porong melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung di Desa Pesawahan. Kegiatan kolaboratif tersebut berlangsung di lahan milik warga Wujud, Dusun Kedung Bulus RT 05 RW 03, pada Sabtu (20/6/2026).
Sinergi antara Polri-TNI-Petani ini merupakan bagian dari program Ketahanan Pangan yang digagas Polresta Sidoarjo di bawah pimpinan Kombes Pol Christian Tobing, yang bertujuan untuk mendorong swasembada pangan di tingkat lokal dan berkontribusi pada target nasional. Dalam pelaksanaannya, tim pendamping terdiri dari Bhabinkamtibmas Desa Pesawahan Aipda Sulaiman, Babinsa Koramil terkait Sertu Sajiron, serta Ketua Kelompok Tani (Poktan) Desa Pesawahan Abd. Rosul.
Baca juga:
Tim Basket Polda Jatim Sabet Gelar Juara Kapolri Cup 2026, Bripda Yusuf Akbar Raih MVP
Tim melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kondisi fisik tanaman jagung, kualitas tanah, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung seperti saluran irigasi serta fasilitas penyimpanan pupuk. Hasil pantauan menunjukkan bahwa tanaman jagung yang berumur sekitar 45 hari telah melalui dua tahap pemupukan – yaitu pemupukan dasar pada saat tanam dan pemupukan susulan pada minggu ke-3 setelah tanam. Tanaman menunjukkan pertumbuhan yang optimal dengan tinggi rata-rata 90 hingga 110 sentimeter, daun berwarna hijau segar, dan tidak ditemukan tanda-tanda serangan hama atau penyakit yang signifikan.
Plh. Kapolsek Porong Kompol Imam Yuwono menjelaskan bahwa pemantauan ini dilakukan secara berkala setiap dua minggu sebagai bentuk komitmen Polresta Sidoarjo dalam mendukung program pemerintah pusat.
“Kami memahami bahwa sektor pertanian adalah pijakan utama ketahanan pangan negara. Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas yang dekat dengan masyarakat, kami tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis dasar, motivasi, serta memastikan bahwa para petani mendapatkan akses informasi yang tepat mengenai praktik budidaya yang baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi lahan pertanian.
Selain mengevaluasi pertumbuhan tanaman, petugas juga memberikan penyuluhan singkat terkait pentingnya perawatan rutin, seperti penyiangan gulma secara berkala dan pengamatan awal terhadap kemungkinan serangan hama seperti wereng atau ulat grayak. “Kami juga mengingatkan para petani untuk segera melaporkan jika ditemukan gejala masalah pada tanaman agar dapat diberikan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga tidak mengganggu produktivitas secara luas,” tambah Aipda Sulaiman.
Wujud, pemilik lahan jagung seluas sekitar 0,7 hektar, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh aparatur. “Sebelumnya, kami terkadang mengalami kesulitan dalam menentukan waktu pemupukan atau mengenali tanda-tanda awal serangan hama. Dengan adanya pendampingan rutin dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kami merasa lebih terbantu dan percaya diri dalam mengelola lahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saat ini kondisi tanaman sangat memuaskan, dan kami berharap pada masa panen yang dijadwalkan sekitar bulan Agustus mendatang, dapat menghasilkan sekitar 5 hingga 6 ton jagung per hektar. Hasil panen ini nantinya akan sebagian digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan sebagian lagi akan dijual untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga”.
Baca juga:
Waket DPRD Sidoarjo Ajak Pertahankan Budaya Leluhur Melalui Grebeg Suro Nguri-Uri Budaya
Ketua Poktan Abd. Rosul menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat telah memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, bahkan diperluas ke komoditas pertanian lainnya seperti padi, kedelai, dan sayuran, sehingga seluruh petani di Desa Pesawahan dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dengan dukungan yang terpadu, pihak terkait menargetkan bahwa produktivitas jagung di Kecamatan Porong dapat meningkat sekitar 15% pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani lokal. @dieft












