Hadiri Hari Juang Polri, Danrem Bhaskara Jaya Teguhkan Sinergi Soliditas TNI–Polri
SURABAYA, kasatmata.id | Suasana khidmat dan penuh penghormatan menyelimuti halaman Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Jumat (21/8/2026). Di lokasi yang sarat nilai sejarah perjuangan bangsa tersebut, peringatan Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan kembali semangat kebersamaan, pengabdian, dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Upacara peringatan Hari Juang Polri dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turut hadir dalam kegiatan tersebut, bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah. Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan sejarah Hari Juang Polri, dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh Kapolri, yang berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan kebanggaan terhadap perjuangan Kepolisian Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Baca juga:
9 Pelajar Terjaring, Satpol PP Sidoarjo Tekan Kenakalan Remaja & Lindungi Generasi
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Kohir menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan insan Bhayangkara sekaligus upaya memperkuat hubungan sinergis antara TNI dan Polri yang selama ini menjadi pilar utama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan insan Bhayangkara sekaligus untuk memperkuat sinergitas dan soliditas TNI–Polri dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Danrem 084/Bhaskara Jaya.

Danrem menegaskan, nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan kesetiaan kepada bangsa yang diwariskan para pendahulu harus terus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini. Semangat tersebut tidak boleh berhenti pada upacara semata, melainkan harus diterjemahkan ke dalam pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semangat perjuangan para pendahulu harus kita lanjutkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa dan negara. Nilai pengorbanan dan pengabdian mereka harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” tambahnya.
Baca juga:
Raih 3 Penghargaan Sekaligus, Polresta Sidoarjo Unggul Pengelolaan Anggaran Semester I 2026
Peringatan Hari Juang Polri tahun ini memperlihatkan kuatnya kebersamaan lintas institusi. Turut hadir dalam upacara tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., serta jajaran Forkopimda Kota Surabaya. Kehadiran keluarga M. Jasin dan Moekar serta para veteran Polri memberikan makna mendalam, menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan keutuhan bangsa lahir dari keberanian, pengorbanan, dan persatuan seluruh komponen bangsa.
Dari Monumen Perjuangan Polri, diteguhkan kembali pesan penting: sejarah bukan sekadar untuk dikenang, melainkan menjadi pijakan untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Sinergi TNI–Polri yang kokoh diyakini akan terus menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan, stabilitas, dan kesejahteraan rakyat. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.