Sinergi Polri–Sekolah: Benteng Kesadaran Lingkungan Aman Ditanamkan di SMK Krian 2
SIDOARJO, kasatmata.id | Satuan Binmas Polresta Sidoarjo berkolaborasi bersama Polsek Krian memperkuat jaring pengaman dini di lingkungan pendidikan melalui penyuluhan kesadaran hukum dan keamanan yang digelar di SMK Krian 2, Kecamatan Krian, Jumat (9/10/2026). Sinergi Polri-Sekolah ini berfokus pada dua isu krusial: bahaya penyalahgunaan media sosial serta kewaspadaan dini terhadap masuknya paham radikalisme di kalangan generasi muda.
Ratusan siswa-siswi dibekali pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun lewat ruang digital, beserta dampak psikologis hingga konsekuensi hukum yang menyertainya. Tidak hanya itu, para pelajar juga diajari mengenali tanda-tanda penyebaran paham radikal, cara menyaring informasi yang belum jelas kebenarannya, hingga langkah konkret menolak ajakan yang mengarah pada sikap intoleransi dan tindakan kekerasan.
Baca juga:
Tegas! Pemkab Sidoarjo Bongkar Hambatan Pekan Ini, Frontage Road Buduran Siap Jelang 2027
Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetyanto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pemberian informasi, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif agar pelajar menjadi garda terdepan penjaga kedamaian di lingkungannya masing-masing.

“Kami mengajak para pelajar untuk bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah terpengaruh konten yang menyesatkan, maupun ajakan yang mengarah pada kekerasan dan perundungan. Di tangan merekalah masa depan bangsa berada, sehingga perlindungan diri dari pengaruh negatif harus dimulai sejak dini,” ujar Kompol Inggit di hadapan para siswa.
Baca juga:
Filosofi Manggis: Bawaslu Sidoarjo Tanam Simbol Integritas-Luar Dalam Sama, Tanpa Kemunafikan
Pendekatan sinergis antara kepolisian dan pihak sekolah dinilai menjadi kunci utama terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Polresta Sidoarjo berharap, kesadaran yang ditanamkan tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan menyebar ke lingkungan rumah dan pergaulan sehari-hari. Para siswa diharapkan turut mengingatkan teman-temannya agar menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari seluruh warga sekolah. Pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan yang lebih utama daripada penindakan, demi mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi pengaruh buruk di era serba terhubung ini.












