SIDOARJO – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 30 April 2025 bertempat di Aula Majapahit GKN I Jl.Indrapura No.5 Surabaya. Acara ini juga diikuti para pimpinan unit vertikal
Kementerian Keuangan di Jawa Timur secara daring melalui Ms Teams (27/05/2025).
Hadir memimpin Konferensi pers Kakanwil DJKN Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna yang juga sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, dengan didampingi Plh. Kakanwil Ditjen Perbendaharan Agung Yulianto, Kakanwil DJBC Jawa Timur Untung Basuki, serta Humas Kanwil DJP Jawa Timur II Karsita Konferensi Pers ALCo APBN Regional Jawa Timur diselenggarakan setelah Konferensi Pers.
Baca juga :
TAMASYA Resmi Diluncurkan, Solusi Bagi Orang Tua Bekerja dan Anak yang Butuh Pengasuhan
APBN Kita Edisi Mei 2025 dilaksanakan oleh Menteri Keuangan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan agenda dalam menjelaskan secara transparan pengelolaan APBN Regional dan Kinerja Perekonomian Jawa Timur kepada publik.
Hadir pula media lokal Surabaya di acara ini, serta para pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan di Jawa Timur.
Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur Kondisi ekonomi regional Jawa Timur masih sangat dipengaruhi ketidakpastian global meski ada indikasi de-eskalasi. Ditengah stagnasi global, ekonomi regional Jawa Timur s.d. April 2025 tumbuh 5,00% (yoy) lebih tinggi dari Nasional dengan pertumbuhan 4,87% (y.o.y), yang didukung konsumsi rumah tangga pada bulan Ramadhan, perayaan Imlek, dan Nyepi serta Harai Raya Idul Fitri.
Perekonomian Jawa Timur berkontribusi sebesar 25,11% untuk perekonomian Pulau Jawa selalu menjadi terbesar kedua setelah DKI Jakarta, dan berkontribusi 14,42% secara Nasional.
Dukungan positif perekonomian ini dari tumbuhnya Industri Pengolahan (Sisi Penawaran) sebesar 4,13% (yoy), dan terjaganya konsumsi RT (Sisi Permintaan) yang tumbuh sebesar 5,12% (yoy), Inflasi bulan April 2025 sebesar 1,35% (yoy), naik dari bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh telah usainya diskon 50% Listrik dari PLN, dan kenaikan harga pangan seiring dengan peringatan Hari Raya Idul Fitri.
Perkembangan Realisasi APBN Regional Jawa Timur Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp79,77 triliun atau 28,22% dari target sebesar Rp282,65 Triliun. Penerimaan Perpajakan terealisasi Rp5,4 triliun ditopang oleh Dana BOS, untuk mendanai belanja pendidikan dan kesehatan. Dana Desa terealisasi Rp3,89 triliun dipengaruhi oleh banyaknya Pemda yang belum menyampaikan syarat salur. Realisasi DAK Fisik sebesar Rp4,75 juta.
“Realisasi TKD lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menunjukkan komitmen APBN dalam mendukung layanan publik di daerah” ujar Dudung menjelaskan peran TKD untuk penerimaan Pemerintah Daerah di Jawa Timur .
Terkait dukungan program makan bergizi gratis (MBG), Dudung menjelaskan di wilayah Jawa Timur sudah terbentuk 77 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dari target tahun 2025 sebanyak 708 SPPG. “penerima manfaat MBG ini 332.475 adalah murid sekolah mulai PAUD s.d. tingkat menengah atas, termasuk Pondok Pesantren, SLB, dan PKB. Sebanyak 3,320 penerima manfaatnya adalah Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui” katanya dalam merinci penerima manfaat program MBG di Jawa Timur.
Konpers diakhiri dengan penjelasan dukungan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur terhadap program Koperasi Merah Putih (KMP). Hingga 29 April 2025, sebanyak 1.247 KMP telah terbentuk di 18 kabupaten dan 2 kota, dari 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur. Wilayah di Jatim dengan respons paling aktif adalah Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Jombang. Target pendirian Koperasi Merah Putih secara nasional adalah sebanyak 80.000 entitas usaha.
Dukungan modal KMP dijelaskan oleh Plh. Kakanwil Ditjen Perbendaharan Agung Yulianto yang menerangkan “dana desa sebagian kecil dapat dipergunakan sebagai modal penyertaan sesuai ketentuan”.
Baca juga :
Sedangkan dukungan dari Pajak diterangkan Humas Kanwil DJP Jawa Timur II Karsita yang menjelaskan melalui koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur seluruh unit vertikal DJP di Jawa Timur telah all out membantu dan mensupervisi pembuatan NPWP sebagai kelengkapan pembuatan Akta Pendiriannya, dan akan berlanjut nantinya dengan program edukasi perpajakannya. @dieft












