Anggaran Fantastis Ratusan Juta BUMDes Mulyodadi, Diduga Banyak Ketimpangan Dan Penyalahgunaan DD

Foto: BumDes Mulyodadi yang menghabiskan dana ratusan juta, jadi sorotan tajam.

Sorotan Tajam Anggaran Fantastis Ratusan Juta BUMDes Mulyodadi, Diduga Banyak Ketimpangan Dan Penyalahgunaan DD

kasatmata.id, SIDOARJO |  Sorotan tajam kian mengarah ke Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Setelah dugaan penyerobotan dan perusakan tanah warga serta pungli kepada investor mencuat, kini penggunaan Dana Desa (DD) Mulyodadi menjadi sasaran kritik, khususnya terkait anggaran yang dikucurkan untuk pelatihan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat dari tahun 2018 hingga 2024.

Baca juga:

Lahan Terancam Hilang, Puluhan Petani Mulyodadi Diduga Jadi Korban Mafia Tanah

​Masyarakat menyoroti dugaan kejanggalan pada alokasi dana yang dinilai sangat fantastis hingga mencapai ratusan juta rupiah, namun tidak sebanding dengan kondisi dan hasil yang terlihat saat ini.

​Berdasarkan data yang berhasil dihimpun awak media, berikut adalah rincian Dana Desa (DD) yang dikucurkan untuk kegiatan BUMDes Mulyodadi yang menjadi perhatian publik:

Selain alokasi dana di atas, kontroversi lain juga menyelimuti pembangunan lapak BUMDes.

​”Untuk pembuatan lapak BUMDES penuh kontroversi, bahkan juga mendapat dana hibah dari sebuah partai sekitar 450 juta, itu yang perlu pendalaman,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Ag, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

​Ag juga membeberkan dugaan ketidakberesan terkait anggaran pelatihan. Ia menuding, pelatihan atau Bimtek BUMDes yang menelan anggaran sekitar Rp145 juta pada tahun 2018 menjadi pemicu mundurnya Ketua BUMDes kala itu.

​”Lha wong tidak tahu apa-apa kok disodori untuk tanda tangan masalah keuangan yang dipakai Bimtek tersebut,” tegas Ag, mengindikasikan adanya dugaan penggunaan anggaran yang tidak transparan atau melibatkan pihak tanpa sepengetahuan penuh.

​Pengunduran diri ketua BUMDes saat itu disinyalir karena kekhawatiran akan adanya masalah hukum di kemudian hari, terutama terkait pertanggungjawaban keuangan Bimtek tersebut.

Baca juga:

Kades Mulyodadi Wonoayu Disomasi Warga, Atas Dugaaan Penyalahgunaan Kewenangan

​Untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi mengenai dugaan-dugaan yang menjadi sorotan tajam masyarakat ini, jurnalis Kasatmata.id telah berupaya menghubungi Kepala Desa (Kades) Mulyodadi, Slamet Priyanto, melalui pesan WhatsApp. ​Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons dari Kades Slamet Priyanto.

Bahkan Bupati Sidoarjo saat dikonfirmasi tanggapannya terkait adanya desa Mulyodadi, melalui WhatsAps pribadinya tidak merespon.

​Dugaan kejanggalan penggunaan DD Mulyodadi, khususnya pada anggaran BUMDes yang mencapai ratusan juta rupiah tanpa hasil yang jelas, kini menuntut adanya investigasi dan transparansi lebih lanjut dari pihak berwenang agar polemik yang terus bergulir di Desa Mulyodadi dapat segera tuntas. @dieft