Bentuk Penguatan Kapasitas, Diskominfo Sidoarjo bersama DPRD Gelar Kunker Ratusan Insan Pers
kasatmata.id, JOGJAKARTA | Sebagai bentuk penguatan kapasitas jurnalis, Diskominfo kabupaten Sidoarjo bersama DPRD Sidoarjo menggelar Kunjungan Kerja Insan Pers Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2025, dengan mengusung tema “Dari Wartawan Untuk Wartawan: Jurnalisme Adaptif Dan Inovasi Digital Untuk Pelestarian Lingkungan” di Jogjakarta mulai selama tiga hari, pada 05 hingga 07 Mei 2025.
Dengan mengusung tema “Dari Wartawan untuk Wartawan: Jurnalisme Adaptif dan Inovasi Digital untuk Pelestarian Lingkungan (Studi Kasus Code Yogyakarta)”, kegiatan tersebut memperkuat sinergitas pemerintah dengan insan pers di kabupaten Sidoarjo.
Baca juga:
Cuaca ekstrem, Kapolsek Balongbendo Cek Keamanan Penyeberangan Tambangan Perahu
Acara yang di ikuti 175 insan pers tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, dengan menghadirkan dua narasumber yakni Dr. Rosita Niken Widiastutik selaku Ketua Komisi Kemitraan , Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur mewakili dari perwakilan Dewan Pers dan Plt. Direktur Ekosistem Media, Farida Dewi Maharani, yang dilaksanakan di hotel Royal Darmo, Jl.Kemetiran Kidul Pringgokusuman Gedongtengen, Yogyakarta.
Rosarita Niken Widiastuti, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang secara konsisten mendukung peningkatan kapasitas jurnalis melalui kegiatan edukatif. Menurutnya, di era transformasi digital, insan pers harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan etika, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral dalam setiap karya jurnalistiknya.
Pada kesempatan yang sama Farida Dewi menjelaskan, membanjirnya konten negatif di ruang digital, utamanya pada platform media sosial (medsos) mendapat perhatian serius Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Demikian pula, Maraknya grup atau komunitas menyimpang di beberapa medsos juga tak luput dari upaya skrining Komdigi.
“Kami sedang pelajari beberapa konten dan grup negatif yang banyak menjamur di ruang digital. Seperti bermuatan pornografi, judi online (judol), hoaks informasi, hingga pencemaran nama baik,” jelas Plt. Direktur Ekosistem Media, Farida Dewi Maharani.

Farida juga menjelaskan bahwa, negara telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025, tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Peraturan ini diharapkan menjadi dasar hukum perlindungan anak-anak dan kelompok rentan di dunia Maya.
Baca juga:
Kemendukbangga/BKKBN Jatim Perkuat ‘Quick Win’ Menuju Indonesia Emas 2045
Khusus konten pornografi dan judol, Komdigi tengah melakukan pendataan dan pembahasan untuk dapat segera melakukan langkah tegas pemblokiran hingga take down. Namun sebelum Komdigi melakukan langkah itu, diharapkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sudah lebih dulu menertibkan konten negatif di internalnya.
“Namun semua itu ada mekanisme yang harus kami lalui, sebelum menuju tahap pemblokiran dan melakukan take down, yakni masing-masing PSE seperti Facebook, instagram atau tik tok harus lebih dulu melakukan tindakan di internal mereka terkait konten negatif ini,” tandasnya.
“Literasi digital yang terus menerus diberikan ke publik telah berhasil membangun budaya berpikir Masyarakat kritis. Jadi, silahkan laporkan ke Komdigi jika menemukan konten negatif,” pintanya.
Pemerintah sepenuhnya menerima dan menindaklanjuti seluruh pengaduan masyarakat terkait adanya konten negatif atau grup menyimpang yang berpotensi menjurus pada ajakan asusila di semua platform medsos. “Silahkan laporkan ke website aduankonten.id dan masyarakat bisa mendapatkan tiket nomer aduan. Nah, dari situ bisa dicek progresnya sudah sejauh apa dan bagaimana,” sampainya.

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara DPRD dan insan pers merupakan bentuk penguatan kapasitas serta jadi elemen penting dalam membangun transparansi, akuntabilitas, serta kesadaran publik terhadap berbagai isu strategis, termasuk pelestarian lingkungan.
“Jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan peristiwa, tetapi juga tentang menggerakkan perubahan positif di masyarakat,” ujar Abdillah Nasih.
Baca juga:
Dandim 0829/Bangkalan hadiri silaturahmi Kapolda Jatim bersama para kiai se-Madura
Dengan semangat kolaborasi ini diharapkan DPRD dan insan pers dapat terus bersinergi dalam menciptakan ruang publik yang sehat, kritis, dan berdaya, sehingga mampu mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.
Acara demi acara berjalan lancar dan penuh edukasi menarik, yang di ikuti semua peserta kunker yang hadir. Dari diskusi interaktif hingga kunjungan ke kawasan Sungai Code, Jogjakarta. @dieft












