Bupati Sidoarjo Tangani Banjir Tahunan Serta Tingkatkan Kualitas Infrastruktur
kasatmata.id, SIDOARJO | Banjir baru-baru ini terjadi di perbatasan Desa Tambaksawah dan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, merendam ruas jalan hingga setinggi lutut orang dewasa dan mengganggu akses warga. Genangan air dilaporkan tidak kunjung surut.
Kejadian miris tersebut menarik perhatian Bupati Sidoarjo H. Sidoarjo untuk tangani banjir hingga melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di lokasi terlanda banjir di ruas jalan perbatasan Desa Tambak Sawah dan Tambakrejo, Kecamatan Waru, pada Senin (24/11/2025) sore.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Bupati Subandi yang didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BM SDA) Dwi Eko Saptono serta Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Czi Sobirin Setio Utomo, mengecek titik yang menyebabkan air tak kunjung surut.
Baca juga:
Polisi Bersihkan Rumah Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang
Bupati Sidoarjo, Subandi mengidentifikasi beberapa penyebab utama banjir tahunan di wilayah tersebut adanya tumpukan sampah dan bangunan liar (bangli) di saluran air atau di atas aset pemerintah daerah dinilai menghambat aliran air.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah mengadakan rapat koordinasi (rakor) penanggulangan bencana banjir di Desa Tambaksawah dan Tambakrejo, Kecamatan Waru, pada Rabu, 26 November 2025, yang dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.
Meskipun laporan media terkini tidak merinci secara spesifik “beberapa tim ahli” dari institusi tertentu yang hadir pada tanggal tersebut, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya koordinasi Pemkab Sidoarjo secara umum yang juga melibatkan akademisi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam kajian solusi jangka panjang.
Rapat tersebut digelar di Kantor Desa Tambaksawah dan dihadiri Asisten II Sekda Sidoarjo M. Mahmud, Kepala Dinas PUBM SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, Camat Waru Nawari, jajaran Forkopimda dan Forkopimka, perwakilan Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Tambaksawah dan Tambakrejo, pengusaha, serta warga setempat.
Baca juga:
Babinsa Kamal Ikut Karya Bakti HUT Polairud ke-75 di Pelabuhan Kamal
Adapun langkah-langkah strategis yang diambil Bupati Subandi setalah rapat kordinasi untuk penanggulangan ke lokasi banjir dan penanggulangan bencana adalah:
– Pengerahan Pompa: Pompa air telah dikerahkan untuk membantu menyurutkan genangan air di lokasi.
– Penertiban Bangunan Liar: Rencana penertiban bangunan liar yang menghambat saluran air sedang disiapkan.
– Perbaikan Infrastruktur: Pemkab berencana melakukan betonisasi dan normalisasi saluran air, namun hal ini menunggu penyerahan status jalan industri dari pemiliknya kepada Pemkab.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan sejumlah langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menangani banjir tahunan serta meningkatkan kualitas infrastruktur pada rapat koordinasi penanggulangan bencana banjir di Desa Tambaksawah dan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Rabu (26/11).
Rapat tersebut digelar di Kantor Desa Tambaksawah dan dihadiri Asisten II Sekda Sidoarjo M. Mahmud, Kepala Dinas PUBM SDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono, Camat Waru Nawari, jajaran Forkopimda dan Forkopimka, perwakilan Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Tambaksawah dan Tambakrejo, pengusaha, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan bahwa forum koordinasi ini menjadi ruang penting untuk membahas tiga persoalan pokok yang selama bertahun-tahun menghambat penanganan banjir. Tiga masalah itu adalah banjir tahunan di Tambaksawah dan Tambakrejo, status jalan industri yang belum diserahkan pemilik kepada pemerintah daerah, serta keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Menurutnya, jika ketiga persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan terus terganggu.
Subandi mengungkapkan bahwa kondisi jalan di kawasan tersebut tak banyak berubah sejak dirinya masih bersekolah. Setiap tahun wilayah itu selalu menjadi langganan banjir meski telah dilakukan berbagai upaya swadaya dengan pihak perusahaan. “Maka saya minta dua hal: serahkan jalan industri kepada Pemkab, dan bersama kita benahi mulai dari pos polsek hingga ke Gedongan,” tegasnya.
Revitalisasi jalan di wilayah Waru, lanjut Subandi, menjadi prioritas utama. Sejumlah titik telah dan sedang dikerjakan, termasuk Kureksari, Wadungasri, serta jalur Tambaksawah–Tambakrejo. Seluruh perbaikan direncanakan menggunakan beton setebal 45 cm agar lebih kuat menahan aktivitas industri dan tidak mudah rusak akibat banjir.

Untuk tangani banjir tersebut selain perbaikan jalan, Subandi juga menyoroti bangunan yang berdiri di atas saluran air. Ia mengingatkan warga untuk segera membongkar bangunannya sendiri dan Pemkab Sidoarjo tidak akan ragu menertibkan bangunan yang menghambat aliran air jika warga tidak menghiraukan setelah diingatkan. “Kalau tidak segera dibongkar dan warga terus dirugikan. Saya yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Sidoarjo menyiapkan normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta pengerahan alat berat untuk membuka jalur saluran air di sekitar kawasan industri. Bila kapasitas pompa tidak memadai, pemerintah akan menggantinya dengan pompa berdaya lebih besar dalam tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Subandi juga memaparkan rencana pembangunan embung seluas 12 hektar di Tambaksawah yang berfungsi sebagai pengendali banjir sekaligus ruang wisata dan UMKM. Proyek tersebut kini memasuki tahap konstruksi. Subandi berharap jalan industri untuk segera diserahkan ke Pemkab Sidoarjo.
Baca juga:
Polresta Malang Kota Raih Penghargaan Nasional Pelaksana Quick Wins Presisi 2025
Ia juga menghimbau perusahaan turut berkontribusi dalam perbaikan jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Subandi meminta dukungan masyarakat agar program betonisasi dan normalisasi berjalan lancar.
“Kita ingin jalan mulus, saluran air bersih, dan warga tidak kebanjiran lagi,” harapnya.
Dalam hal ini Pemkab juga menggandeng akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengkaji penyebab mendalam dan solusi jangka panjang untuk masalah banjir langganan di wilayah Sidoarjo, termasuk di Tambaksawah dan Tambakrejo.
Kerjasama ini bertujuan untuk merumuskan solusi jangka panjang dan permanen, bukan hanya penanganan darurat, maka dari itu Bupati Sidoarjo, Subandi, menekankan pentingnya mengurai masalah banjir dari akarnya
“Tim ahli dari ITS dijadwalkan akan segera turun ke lokasi tangani banjir (dalam minggu ini atau minggu depan dari tanggal berita rilis, yaitu sekitar akhir November 2025) untuk melakukan asesmen, melihat langsung kondisi lapangan, dan memulai analisis terhadap daerah-daerah langganan banjir. Fokus dari kajian tersebut diharapkan dapat memberikan pandangan komprehensif mengenai faktor-faktor penyebab banjir, yang menurut pakar ITS salah satunya adalah Sidoarjo sebagai daerah delta dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir, serta masalah drainase dan infrastruktur.
Rekomendasi Jangka Pendek, Sambil menunggu hasil kajian mendalam untuk solusi permanen, pakar ITS merekomendasikan langkah jangka pendek seperti pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, dan pembenahan saluran drainase untuk mempercepat surutnya banjir.
Pemkab Sidoarjo berharap hasil kajian dari ITS ini dapat menjadi dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi bencana dan solusi pengendalian banjir yang efektif di masa mendatang, termasuk rencana pembangunan embung di beberapa titik. @dieft












