PLN dan Rumah BUMN Pacitan Gelar Bazar Ramadhan untuk UMKM Lokal
kasatmata.id, Pacitan | Bulan Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momen bagi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur dan Rumah BUMN Pacitan untuk menggandeng Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal melalui Bazar Kampoeng Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung selama 25 hari – mulai 18 Februari hingga 9 Maret 2026 – berlokasi tepat di halaman Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pacitan, hadir sebagai pusat aktivitas masyarakat untuk ngabuburit dan mencari beragam hidangan berbuka puasa.
Baca juga:
Bagikan Takjil dan Buka Puasa Bersama Bareng Insan Pers, Kapolri: Suara Media Suara Publik
Sebanyak 30 UMKM binaan langsung dari Rumah BUMN Pacitan turut berpartisipasi, dengan masing-masing menyajikan produk unggulan khas daerah. Di antaranya terdapat pilihan makanan seperti sate lombok khas Pacitan, tahu gejrot dengan bumbu kacang khas lokal, dawet ireng yang dibuat dari bahan alami, serta ragam kue kering tradisional dan makanan siap saji yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat berbuka puasa. Setiap hari, mulai pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka, lokasi bazar ramai dikunjungi oleh warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan.
Manager Rumah BUMN Pacitan, Rinawati, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen yang telah direncanakan bersama untuk memberdayakan pelaku usaha kecil. “Kami fokus pada bagaimana UMKM lokal bisa semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Dukungan dari PLN sangat berarti karena memberikan wadah yang tepat untuk memperkenalkan produk-produk kita di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya. Rinawati menambahkan bahwa seluruh peserta UMKM telah melalui proses pendampingan dari Rumah BUMN Pacitan terkait manajemen usaha dan mutu produk sebelum mengikuti bazar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Pacitan, Muhammad Ali Musthofa, menegaskan bahwa pemerintah daerah melihat kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif lokal. “Kami mendukung penuh setiap upaya yang bisa meningkatkan taraf hidup pelaku UMKM. Bazar seperti ini tidak hanya membantu meningkatkan omzet mereka, tetapi juga mempererat hubungan antar pelaku usaha dan dengan masyarakat,” jelasnya. Muhammad Ali juga menyampaikan harapan agar ke depan, Bazar Ramadhan dapat melibatkan minimal 50 UMKM dan menambahkan kategori produk non-makanan seperti kerajinan tangan lokal.

Selain menyediakan stan usaha, panitia juga menyusun program sosial untuk memberikan manfaat lebih luas. Setiap hari menjelang berbuka puasa, dilakukan pembagian 300 paket takjil gratis yang terdiri dari makanan pokok seperti bubur, kolak, dan buah-buahan, yang disalurkan kepada masyarakat yang datang lebih awal atau yang membutuhkan. Selain itu, diberikan pula 300 voucher belanja senilai Rp10.000 per buah yang dapat ditukarkan dengan produk apapun di stand UMKM peserta. Voucher tersebut didistribusikan secara merata melalui beberapa pos pelayanan di wilayah Kabupaten Pacitan mulai satu minggu sebelum bazar dimulai.
Antusiasme masyarakat tercermin dari jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap harinya. Siti Rahma, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Pacitan Kota, bercerita bahwa dia telah menjadi pengunjung rutin sejak hari pertama. “Saya bisa menemukan berbagai makanan khas daerah yang sulit ditemukan di pasar biasa, dan harganya memang lebih murah dibandingkan di warung-warung sekitar. Dapatnya voucher juga membuat saya bisa membeli lebih banyak untuk keluarga,” katanya sambil menunjukkan beberapa pembeliannya. Tak hanya warga lokal, beberapa pengunjung juga datang dari kabupaten sekitar seperti Ponorogo dan Trenggalek yang mendengar informasi tentang bazar ini melalui media sosial dan cerita dari kerabat.
Baca juga:
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing E-Tilang Palsu, Lima Tersangka Ditangkap
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. “PLN tidak hanya fokus pada penyediaan energi, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi pada kemajuan masyarakat. Sinergi dengan Rumah BUMN Pacitan dalam Bazar Kampoeng Ramadhan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan pendapatan UMKM dan memperkuat rasa kebersamaan di bulan Ramadhan,” pungkasnya.
Sampai hari ini (26 Februari 2026), panitia mencatat bahwa transaksi di bazar telah mencapai angka yang signifikan, dengan rata-rata setiap UMKM mendapatkan peningkatan omzet sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa sebelum Ramadhan. @dieft












