Kemendukbangga/BKKBN Jatim Fokus pada Quick Wins dan Disiplin ASN
kasatmata.id, Surabaya | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Timur fokus pada Quick Wins dan Disiplin ASN menggelar kegiatan strategis bertajuk “Peningkatan Sinergitas dan Pembinaan Pegawai serta Dukungan Aktif Mitra Kerja Strategis Tahun 2026”, sebagai momentum penguatan kerja di bawah payung kementerian baru.
Baca juga:
Kunjungan Wisata Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Berjalan Lewat KRYD
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur sekaligus Ketua Tim Kerja Pengembangan Kompetensi SDM dan Jabatan Fungsional Bangga Kencana, Sukamto, SE., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyukseskan program prioritas nasional tahun ini.
Beberapa program Quick Wins menjadi fokus utama, antara lain:
– TAMASYA: Bina Keluarga Balita (BKB) dan pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
– SIDAYA: Bina Keluarga Lansia
– Genting: Gerakan Terpadu Penurunan Stunting
– Gerakan Ayah Teladan Indonesia: Peningkatan peran ayah dalam pola pengasuhan keluarga
“Output capaian kinerja telah dituangkan dalam Perjanjian Kinerja per 2 Januari 2026. Kami berkomitmen penuh pada penyediaan alat kontrasepsi (Alokon), peningkatan KB Pasca Persalinan (KBPP), serta optimalisasi Kampung KB,” jelas Sukamto.
Saat ini, BKKBN Jatim didukung oleh 138 pegawai internal dan 1.348 Petugas Keluarga Berencana (PKB/P3K). Namun, tantangan masih ada dengan rasio pendampingan 1 petugas melayani 6 desa/kelurahan.

Kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG-3B) juga menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, sebanyak 1.037 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur telah aktif mendistribusikan bantuan, dengan melibatkan ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Di sisi internal, pembinaan pegawai menjadi poin krusial. Berdasarkan evaluasi kinerja 2025, BKKBN Jatim meraih predikat “Baik” dengan nilai 87,88, namun indeks kedisiplinan hanya mencapai 50,87 yang perlu ditingkatkan.
Sukamto memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menjauhi fenomena negatif.
Baca juga:
Polsek Buduran Masifkan Patroli Akhir Pekan Libur Lebaran
“Kami fokus pada masalah disiplin absensi serta ancaman Judi Online (Judol), Pinjaman Online (Pinjol), dan Game Online. Semua harus saling mengingatkan agar terhindar dari hal-hal yang merusak integritas dan kinerja organisasi,” tegasnya.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Jatim, para Ketua Tim Kerja, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta mitra kerja strategis dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kecamatan Gubeng. @dieft












