Aspal Panas Pasang di Slempit, Warga Bangga Gotong Royong

Foto: Pembangunan jalan di Dusun Slempit, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, memasuki tahap pengaspalan pada Senin (18/5/2026).

Aspal Panas Pasang di Slempit, Warga Bangga Gotong Royong

GRESIK, kasatmata.id |  Pembangunan jalan di Dusun Slempit, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, memasuki tahap pengaspalan pada Senin (18/5/2026). Proyek yang berlangsung selama 14 hari ini menjadi hasil kerja sama gotong royong antara warga lokal dan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dilansir dari lapangan, proses pengecoran dan pengerataan aspal panas dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan menggunakan alat berat khusus. Sejumlah warga aktif membantu dalam pengawasan dan penataan area sekitar lokasi, sementara anak-anak desa berkumpul di tepi jalan menyaksikan dengan penuh antusiasme perkembangan pembangunan yang dinantikan bersama.

Baca juga:

Polwan Jenggala Presisi Sidoarjo Patroli Motor Jaga Kamtibmas

Jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 4 meter kini diperluas menjadi 6 meter, dengan panjang total ruas yang dibangun mencapai 85 meter dan ketebalan lapisan aspal sebesar 10 sentimeter. Tahapan pengerjaan sebelum memasuki tahap pengaspalan telah melalui serangkaian proses kerja, antara lain pembongkaran struktur jalan lama, pelebaran badan jalan dengan penambahan tanah isi, pemasangan lapisan dasar material agregat, hingga tahap pemadatan yang dilakukan secara menyeluruh menggunakan alat berat roller.

Safari Wibowo, salah satu warga Desa Slempit yang terlibat aktif dalam gotong royong, menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini menjadi kebutuhan utama masyarakat setempat. Menurutnya, akses jalan lama yang terlalu sempit seringkali menyebabkan kesulitan saat kendaraan roda empat saling berpapasan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Sekarang jalannya mulai diperlebar. Warga senang karena akses jadi lebih bagus, tidak hanya untuk kendaraan pribadi tetapi juga untuk transportasi barang yang mendukung aktivitas ekonomi kita,” ujar Safari.

Selain kontribusi tenaga, masyarakat juga menunjukkan dukungan dengan menyediakan minuman hangat dan makanan ringan bagi seluruh pekerja serta prajurit TNI yang terlibat dalam pengerjaan. Hal ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam mempercepat kelancaran proyek.

Baca juga:

Presiden Prabowo Dorong Kemandirian Pangan Nasional

Febri Junaidi, warga Desa Slempit yang juga turut memantau perkembangan pembangunan, menilai bahwa proyek ini tidak hanya memberikan perbaikan fisik pada infrastruktur desa, tetapi juga menjadi katalisator dalam memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.

“Yang terlihat bukan cuma pembangunan jalan yang semakin baik, tetapi kebersamaan warga juga muncul dengan lebih kuat. Semua berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing,” jelas Febri.

Tim kerja menyatakan bahwa proses pengaspalan diharapkan dapat selesai dalam waktu 2 hari kerja, dengan total proyek siap digunakan secara penuh dalam seminggu ke depan setelah melalui tahap pengeringan dan pemeriksaan akhir. Masyarakat berharap infrastruktur jalan yang baru dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan usaha lokal, serta mempermudah akses layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan di wilayah Desa Slempit. @dieft