Bupati Sidoarjo Perketat Pengawasan SPPG, 567 Santri Ditangani Medis

Foto: Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada Rabu (2/9/2026).

Bupati Sidoarjo Perketat Pengawasan SPPG, 567 Santri Ditangani Medis

SIDOARJO, kasatmata.id | Menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada Rabu (2/9/2026) sekaligus memerintahkan perketat pengawasan terhadap seluruh penyedia makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo. Langkah ini diambil untuk memastikan program berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan, serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Peninjauan tersebut didampingi Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ridho Prasetyo, Plt. Sekretaris Daerah Mohammad Ainur Rahman, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Dr. Christian Tobing, serta Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo.

Baca juga:

Ratusan Anak Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Dapat Surat Penghentian Oleh BGN

Bupati Subandi menyampaikan bahwa hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, DPMPTSP, dan Dinas Pendidikan menemukan dari 174 SPPG yang terdata di Sidoarjo, sebanyak 153 sudah beroperasi, dan 21 di antaranya belum mengantongi izin. Hal ini telah dilaporkan ke BGN Pusat sebagai dasar pengawasan yang lebih ketat.

“Sebanyak 21 SPPG belum berizin. Hal ini telah kami sampaikan kepada BGN Pusat. Karena itu, kami meminta pengawasan benar-benar diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Bupati Subandi.

Khusus SPPG Kalitengah, Bupati memastikan telah memiliki izin operasional. Sanksi maupun penghentian operasional tetap menjadi kewenangan BGN. Pemkab Sidoarjo tetap mendukung program MBG sebagai program pemerintah pusat, namun menegaskan tata kelola dan pengawasan harus memadai agar tidak mengganggu tujuan baik program tersebut.

“Program yang baik harus kita dukung, sedangkan kekurangan yang ada harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Data Terbaru Penanganan Medis: 567 Santri Ditangani

Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan medis seluruh santri yang terdampak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo per Rabu (2/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak 567 santri telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 457 santri telah diperbolehkan pulang, 80 santri masih menjalani perawatan, dan 30 pasien masih dalam masa observasi.

Perincian pasien di tiap rumah sakit: RSUD Notopuro 31 orang, RS Siti Hajar 35 orang, RS Delta Surya 16 orang, RS Pusura 12 orang, RSU Aisyiyah St. Fatimah 9 orang, RS Pusdik Bhayangkara 1 orang, RS Anwar Medika 1 orang, dan RS Arafah Anwar Medika 1 orang.

BGN Sementara Hentikan Operasional SPPG Kalitengah

Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan insiden tersebut sejak Selasa (1/9/2026) malam. Operasional SPPG Kalitengah telah dihentikan sementara dan surat suspensi telah diterbitkan. Tim investigasi dari BGN Pusat akan segera turun untuk menentukan tingkat pelanggaran dan status suspensi lebih lanjut.

“Pada awalnya, operasional kami hentikan sementara tadi malam. Pagi ini, surat suspensi untuk dapur tersebut telah diterbitkan. Tim investigasi dari pusat akan datang untuk menentukan apakah suspensinya berkategori ringan atau berat,” jelas Teguh.

Baca juga:

Refleksi Pengabdian dan Upaya Pererat Solidaritas, Kapolresta Sidoarjo Hadiri Peringatan Hari Kejari ke-81,

Terkait penyebab dugaan keracunan, Teguh menegaskan investigasi masih berlangsung dan belum dapat dipastikan bahan makanan apa yang menjadi penyebab. Ia juga menepis informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan — hal itu dinyatakan tidak benar.

SPPG Kalitengah diketahui menyalurkan sekitar 2.800 porsi makanan per hari, di mana sekitar 1.000 porsi di antaranya dikirim ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam. BGN berkomitmen memperkuat pengawasan dan berkoordinasi penuh dengan pemerintah daerah serta tenaga kesehatan guna memastikan keamanan dan kelayakan makanan program MBG di masa mendatang. @dieft

Respon (1)

Komentar ditutup.