Ratusan Anak Keracunan MBG, SPPG Kalitengah Dapat Surat Penghentian Oleh BGN
SIDOARJO, kasatmata.id | Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa sekolah lain di Sidoarjo dipastikan bermula dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak saat meninjau langsung kondisi para korban di RSUD R.T. Notopuro, Rabu (2/9/2026) dini hari. Temuan ini didasari adanya kesamaan pola konsumsi makanan di seluruh kelompok korban yang dilaporkan mengalami keluhan serupa.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manbaul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain yang mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Tanggulangin Kalitengah,” ujar Emil.
Baca juga:
Meski SPPG Kalitengah telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), memiliki sarana prasarana memadai, dan tenaga penjamah makanan telah bersertifikasi, Wagub Emil menegaskan sertifikasi tersebut tidak menjamin mutlak keamanan pangan. SLHS hanya menilai kelengkapan fasilitas dan sistem kerja standar, sementara penyimpangan pada bahan baku, proses pengolahan, maupun penerapan SOP di lapangan tetap dapat menjadi pemicu insiden.

“Tetap saja dengan sarana prasarana dan sistem, masih ada ruang kalau misalnya bahan makanannya dari awal, atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi, itu bisa menyebabkan masalah,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Dr. Lakhsmie Herawati Yuwanita menjelaskan bahwa SLHS diterbitkan setelah memenuhi tiga syarat utama: tenaga penjamah makanan mengikuti pelatihan, pemeriksaan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), serta sarana prasarana sesuai standar BGN. Dari pemeriksaan awal, kualitas air yang digunakan berasal dari PDAM, sehingga belum menjadi indikasi penyebab keracunan.
Baca juga:
Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Evaluasi Titik Rawan Jalan
Penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan mendalam oleh tim investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi telah memerintahkan pengawasan seluruh SPPG di Sidoarjo diperketat. Dari 174 SPPG yang terdata, 21 di antaranya belum memiliki izin operasional dan diminta segera dihentikan sementara hingga memenuhi syarat. SPPG Kalitengah sendiri telah diberi surat penghentian operasional sementara oleh BGN.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sidoarjo per Rabu (2/9/2026) pukul 13.00 WIB, total 567 santri telah mendapatkan penanganan medis — 457 telah pulang, 80 masih dirawat, dan 30 dalam masa observasi. Penanganan medis terus dioptimalkan di delapan rumah sakit rujukan. Pemerintah berkomitmen memastikan investigasi tuntas, tata kelola diperbaiki, dan program MBG tetap berjalan aman bagi seluruh penerima manfaat. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.