Bupati Subandi Perintahkan Jembatan Candinegoro Dikerja 24 Jam, 18 Pekerja 2 Shift Kerja Hingga Subuh

Foto: Selasa pagi (6/10/2026), Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan inspeksi mendadak langsung ke lokasi proyek yang menelan anggaran Rp1,46 miliar.

Bupati Subandi Perintahkan Jembatan Candinegoro Dikerja 24 Jam, 18 Pekerja 2 Shift Kerja Hingga Subuh

SIDOARJO, kasatmata.id |  Pembangunan Jembatan Candinegoro kini dikebut secara luar biasa. Mulai Senin (5/10/2026), pengerjaan dilakukan 24 jam non-stop dengan penambahan tenaga kerja dan penerapan sistem bergilir lebih dari satu shift. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan progres fisik yang mencapai minus 9,94 persen.

Selasa pagi (6/10/2026), Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., melakukan inspeksi mendadak langsung ke lokasi proyek yang menelan anggaran Rp1,46 miliar tersebut. Ia menegaskan, deviasi hampir 10 persen itu harus dikejar tuntas. Kontraktor wajib menerapkan minimal dua shift kerja agar jembatan sepanjang 16 meter dan lebar 4 meter ini rampung sesuai target pada 16 Desember 2026.

Baca juga:

8 Bangunan Liar Ditertibkan, Penataan Frontage Road Waru Langkah Awal Bersihkan Jalur Strategis

“PPK menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” ujar Bupati Subandi di lokasi.

Masih tersisa waktu sekitar 2,5 bulan. Bupati meminta PPK untuk lebih aktif turun ke lapangan serta mempererat koordinasi dengan konsultan pengawas dan kontraktor.

“PPK kami sampaikan untuk sering melakukan sidak. Sering berkoordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti. Agar pelaksanaan pekerjaan jembatan ini tepat waktu,” tegasnya.

Tidak Bisa Beralasan Air atau Cuaca

Bupati Subandi menegaskan, kendala deviasi tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mencapai target. Material dan tenaga kerja yang disepakati sudah terpenuhi. Begitu pula kendala teknis seperti aliran air sungai — hal itu seharusnya sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan.

“Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” tegasnya.

Dua Shift, 18 Pekerja, Kerja Hingga Subuh

Konsultan Pengawas Proyek, Umar, menjelaskan pengerjaan telah memasuki minggu ke-11. Per Senin (5/10/2026), realisasi progres fisik tercatat 52,64 persen, namun tertinggal 9,94 persen dari jadwal.

Kini diterapkan strategi percepatan dengan membagi pekerja menjadi dua tim berjumlah 18 orang, bekerja maraton hingga dini hari.

“Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF,” ungkap Umar.

Keterlambatan sebelumnya dipicu keterlambatan pengiriman material baja WF yang harus dirakit di pabrik, kendala akses pengangkutan, serta fluktuasi debit air sungai saat pengerjaan fondasi.

Baca juga:

Bangunan Besar Mangkrak, Wakil Bupati Mimik Soroti Rusunawa Tambak Kemerakan

Meski demikian, Umar menyatakan optimis target tercapai. Saat ini, pengecoran fondasi bawah (pile cap abutment) sisi utara telah selesai dan sedang dalam masa perawatan beton selama tujuh hari. Pekerjaan kini difokuskan ke sisi selatan, dinding penahan, serta kepala jembatan.

Secara spesifikasi, proyek ini membangun dua unit jembatan masing-masing 8 meter, sehingga total panjang mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter. @dieft

Respon (1)

Komentar ditutup.