Momen Menyentuh Hati: Kakek Pendorong Becak Diberi Santunan Personel Polsek Jabon di Jalan Raya
SIDOARJO, kasatmata.id | Sebuah momen menyentuh hati terjadi di wilayah hukum Polsek Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Saat sedang melaksanakan rutin patroli di jalan raya, personel Unit Samapta Polsek Jabon, Polresta Sidoarjo, berhenti sejenak untuk menyapa dan memberikan santunan kepada seorang kakek lanjut usia yang tengah berjuang mendorong becak mencari barang bekas atau rosokan.
Pemandangan kakek tersebut yang tetap bekerja keras di usia senja menggugah hati para anggota patroli. Mereka tidak sekadar melintas, melainkan berhenti, menyapa dengan ramah dan penuh hormat, lalu menyerahkan santunan sebagai bentuk perhatian dan tali asih. Tindakan kecil ini pun disambut wajah sumringah dan rasa syukur yang tulus dari sang kakek.
Baca juga:
Polisi Bersama Rakyat, Kapolresta Bobby Gebyar Cangkrukan SAS
Kepala Polsek Jabon, AKP Nanang Mulyono, S.H., menyambut baik dan mengapresiasi sikap anggotanya tersebut. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya soal menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menumbuhkan kedekatan serta kepedulian sosial yang nyata.
“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan bentuk kedekatan Polri dengan warga. Pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui perbuatan nyata, kepedulian, dan keikhlasan dalam membantu sesama,” ujar AKP Nanang Mulyono, Rabu (21/10/2026).
Lebih jauh, Nanang juga mengingatkan bahwa ketaatan beribadah seharusnya melahirkan kepekaan sosial yang tinggi. Ibadah dan amal kebajikan berjalan beriringan.
Baca juga:
Dorong Budaya Literasi, Pustaka Media Guru Hadirkan Perpustakaan Digital Sekolah di Sidoarjo
“Salat lima waktu merupakan kewajiban yang menuntun kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun dalam kehidupan bermasyarakat, jangan sampai kita melupakan pentingnya amal dan kebajikan. Membantu sesama, menghormati orang yang lebih tua, serta meringankan beban orang yang membutuhkan merupakan perbuatan mulia yang harus terus kita jaga,” jelasnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kehadiran kepolisian yang sesungguhnya dirasakan masyarakat bukan hanya saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di momen-momen kecil saat warga membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” terwujud sederhana namun bermakna: mengabdi dengan hati, melayani dengan tulus. @dieft












