Mimik Idayana Tegaskan Perusahaan di Sidoarjo Wajib Serap 80 Persen Tenaga Kerja Lokal dan Taat Pajak
SIDOARJO, kasatmata.id | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen mempermudah pelayanan publik bagi dunia usaha. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, secara resmi membuka pelaksanaan layanan satu pintu One Desk Stop Service di Japfa Corner, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kecamatan Buduran, Rabu (21/10/2026). Program ini merupakan wujud nyata upaya Pemkab mendekatkan pelayanan ke lokasi strategis agar para pelaku usaha tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor dinas.
Kecamatan Buduran sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan industri penopang utama perekonomian Sidoarjo. Mimik menjelaskan, kehadiran layanan satu pintu ini dirancang agar urusan perizinan, konsultasi lingkungan hidup, pengelolaan limbah, hingga kebutuhan infrastruktur dapat diselesaikan dengan lebih cepat, mudah, dan tanpa birokrasi yang berbelit.
Baca juga:
DPRD Sidoarjo Tetapkan: Raperda Fasilitasi Pesantren Disahkan Paling Lambat 31 Oktober 2026
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini turut menggerakkan perekonomian Sidoarjo, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin pelayanan pemerintah hadir dengan mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Melalui layanan satu pintu One Desk Stop Service, Bapak dan Ibu bisa langsung berkonsultasi dengan dinas terkait, mulai dari perizinan, lingkungan hidup, pengelolaan limbah, hingga infrastruktur,” ujar Mimik saat membuka kegiatan.
Dorongan Taat Pajak dan Digitalisasi
Selain kemudahan perizinan, Pemkab Sidoarjo juga mendorong perusahaan untuk memanfaatkan sistem pembayaran pajak secara daring. Menurut Mimik, digitalisasi pajak daerah membuat transaksi lebih mudah, transparan, dan tercatat dengan akurat. Pajak yang disetorkan perusahaan menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan — mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga fasilitas publik lainnya.
“Pemkab Sidoarjo sudah memberikan kemudahan melalui alat digital untuk membayar pajak. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Wajib taat pajak,” tegasnya.

Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Kepedulian Lingkungan
Dihadiri puluhan perwakilan perusahaan di Sidoarjo, Mimik juga menyampaikan pesan penting terkait penyerapan tenaga kerja. Ia meminta perusahaan memprioritaskan warga lokal.
“Semua perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, 80 persen itu harus masyarakat Sidoarjo dan ber-KTP Sidoarjo. Kami mohon kerja samanya karena angka pengangguran di Sidoarjo masih menjadi perhatian,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, perusahaan juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) serta pengelolaan limbah yang memadai. Keberadaan industri harus membawa dampak positif bagi warga sekitar, bukan justru menimbulkan persoalan.
Baca juga:
Persentase Turun Tapi Jumlah Naik, Bupati Subandi Ajak Semakin Fokus Percepat Penurunan Kemiskinan
Layanan Jemput Bola Capai Target Rp1,7 Triliun
Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, menyebutkan kegiatan ini diikuti oleh 22 perusahaan di kawasan Buduran. Program One Desk Stop Service adalah bagian dari strategi jemput bola agar berbagai kendala perizinan, perpajakan, dan layanan lainnya dapat diselesaikan langsung di lokasi.
“Melalui kegiatan ini kami berharap berbagai persoalan terkait perizinan, perpajakan maupun layanan lainnya dapat diselesaikan lebih cepat di Layanan Satu Pintu One Desk Stop Service. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami mencapai target pendapatan pajak daerah yang tahun ini mendekati Rp1,7 triliun,” pungkas Yudhi. @dieft












