Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Jatim Siagakan 5.524 Personel

Foto: Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur,

Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, PLN Jatim Siagakan 5.524 Personel

kasatmata.id, SURABAYA | PLN Group Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan media se-Jawa Timur pada hari Selasa (10/3/2026) di Ruang Rapat Majapahit, Kantor PLN UID Jawa Timur Surabaya. Kegiatan yang mengusung tema “Nyalakan Energi Baru untuk Semangat Ramadhan Penuh Keberkahan” bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi dan komunikasi yang efektif antara pihak PLN dan lembaga media di seluruh wilayah Jawa Timur.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari berbagai unit kerja PLN Jawa Timur serta perwakilan media dari berbagai daerah provinsi Jawa Timur, mulai dari Kota Surabaya, Malang, Kediri, Gresik, Mojokerto, hingga daerah-daerah lainnya di pelosok Jawa Timur.

Baca juga:

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 2045

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur, Perwakilan PLN Unit Induk Pengelolaan Jaringan (UIP) Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali (JBTB) Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi Dede Mairizal, Manager PLN Wilayah Gresik Suhandopo, serta perwakilan dari berbagai unit kerja PLN lainnya seperti PLN Unit Pelaksana Pelayanan (UPP) se-Jawa Timur, Divisi Transmisi, dan Divisi Pembangkit. Kehadiran berbagai perwakilan ini menunjukkan komitmen menyeluruh dari seluruh lini kerja PLN untuk menjaga komunikasi yang baik dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur menekankan bahwa media memiliki peran yang sangat krusial dalam dinamika penyampaian informasi terkait layanan kelistrikan kepada masyarakat.

“Media bukan hanya menjadi sarana bagi PLN untuk menyampaikan informasi kepada publik secara luas dan cepat, tetapi juga menjadi ruang yang berharga bagi kami untuk belajar dan meningkatkan kualitas layanan melalui kritik yang konstruktif, saran yang membangun, serta berbagai perspektif yang diberikan oleh para awak media dan masyarakat melalui liputan yang dilakukan,” ujarnya dengan tegas.

Menurut Kemas, wilayah kerja PLN di Jawa Timur memiliki cakupan yang sangat luas, mencakup seluruh wilayah provinsi Jawa Timur yang terdiri dari 38 kabupaten dan kota. Kegiatan PLN di wilayah ini melibatkan sejumlah besar unit kerja dengan fungsi dan tanggung jawab yang berbeda-beda, mulai dari unit yang menangani distribusi listrik langsung kepada lebih dari 10 juta pelanggan di berbagai segmen – mulai dari pelanggan rumah tangga, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga industri besar, unit yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan seperti jaringan distribusi, gardu induk, dan saluran transmisi, hingga unit yang mengelola sistem transmisi untuk memastikan aliran daya listrik yang stabil dari pembangkit ke jaringan distribusi.

Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas pelayanan listrik kepada masyarakat selama 24 jam non-stop, 365 hari dalam setahun, PLN tidak dapat bekerja sendiri secara mandiri. Dukungan dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, instansi terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk informasi cuaca, serta tentunya media massa, sangat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan optimal dan sesuai dengan harapan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, PLN juga terus melakukan transformasi yang komprehensif, tidak hanya dalam hal teknologi dan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga dalam cara berkomunikasi dengan masyarakat. Kami berupaya menghadirkan komunikasi yang lebih sederhana, lebih humanis, dekat dengan masyarakat, dan mudah dipahami oleh publik dari berbagai lapisan usia dan latar belakang,” jelas Kemas.

Pada kesempatan yang sama, PLN juga memaparkan secara rinci kesiapan sistem kelistrikan untuk menghadapi musim Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H (2026). Kemas menjelaskan bahwa PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan secara resmi mulai dari tanggal 14 Maret hingga 29 Maret 2026. Durasi siaga ini ditetapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat berbagai faktor, termasuk dampak cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang sering terjadi pada musim transisi, angin kencang yang dapat menyebabkan tumbangan pohon pada saluran listrik, hingga potensi lonjakan permintaan listrik pada beberapa periode tertentu selama bulan Ramadhan.

“Selain membentuk tim khusus yang siap siaga 24 jam, PLN juga telah menyiapkan tim special force yang ditempatkan di berbagai lokasi strategis yang menjadi prioritas utama, seperti tempat ibadah besar seperti masjid dan mushola yang digunakan untuk ibadah bersama, bandara seperti Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, stasiun kereta api utama seperti Stasiun Gubeng Surabaya dan Stasiun Malang Kota Baru, terminal bus besar di berbagai kota, serta rumah sakit dan fasilitas kesehatan penting lainnya yang membutuhkan pasokan listrik yang tidak terputus sama sekali,” ujarnya.

Untuk wilayah Jawa Timur secara keseluruhan, PLN  Jatim siagakan sebanyak 562 posko siaga yang tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota. Total personel yang ditempatkan di seluruh posko siaga tersebut mencapai 5.524 orang, yang terdiri dari teknisi ahli, petugas pemeliharaan jaringan, petugas operasional, serta petugas dukungan lainnya. Setiap posko siaga dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai untuk dapat merespons setiap gangguan dengan cepat dan efektif.

Selain personel yang siap siaga, PLN juga telah menyiapkan berbagai jenis peralatan pendukung guna menjaga keandalan sistem kelistrikan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Peralatan tersebut antara lain sebanyak 92 unit genset dengan kapasitas yang bervariasi untuk keperluan cadangan daya di lokasi-lokasi penting, 62 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk menjamin kelangsungan daya pada peralatan kritikal, 234 unit kendaraan siaga yang siap bergerak kapan saja untuk menangani gangguan di lapangan, 15 unit crane truck untuk menangani masalah yang berkaitan dengan saluran transmisi atau struktur besar yang terkena gangguan, 359 mobil operasional untuk mendukung aktivitas teknisi dan petugas lapangan, serta 457 sepeda motor operasional yang sangat efektif untuk menjangkau daerah-daerah dengan akses yang sulit ditempuh oleh mobil.

Di sisi lain, PLN juga tidak lupa memperkuat infrastruktur pendukung pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Hingga saat ini, telah tersedia sekitar 257 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai titik strategis di Jawa Timur, mulai dari pusat kota hingga di sepanjang jalur utama perjalanan seperti Jalur Pantura dan Jalur Selatan Jawa Timur. SPKLU ini menyediakan berbagai jenis jenis pengisian, mulai dari pengisian lambat hingga pengisian cepat untuk memenuhi kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Foto: PLN Group Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan media se-Jawa Timur pada hari Selasa (10/3/2026) di Ruang Rapat Majapahit, Kantor PLN UID Jawa Timur Surabaya.

Menurut Kemas, penggunaan kendaraan listrik di wilayah Jawa Timur diperkirakan akan terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dan proyeksi yang dilakukan oleh tim analis PLN, pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang terdaftar dan digunakan pada tahun 2026 diperkirakan akan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan dengan jumlah pada tahun sebelumnya. “Peningkatan ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga sejalan dengan tren pertumbuhan penggunaan dan penjualan kendaraan listrik di seluruh Indonesia, yang didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendukung serta kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan hidup,” jelasnya.

Terkait kondisi sistem kelistrikan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, tim perencanaan PLN Jawa Timur telah melakukan analisis mendalam terkait dengan perkiraan beban listrik yang akan terjadi. PLN memprediksi bahwa beban puncak listrik di wilayah Jawa Timur akan berada pada kisaran 5.000 hingga 6.000 megawatt (MW) selama bulan Ramadhan. Puncak beban biasanya terjadi pada malam hari setelah waktu berbuka puasa hingga menjelang waktu tidur, serta pada pagi hari menjelang waktu sahur.

Namun, pada masa Idul Fitri sendiri, beban listrik diperkirakan akan mengalami penurunan sekitar 2 persen dibandingkan dengan beban listrik pada hari normal. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya aktivitas industri dan perkantoran yang sebagian besar melakukan liburan selama musim libur Idul Fitri. “Pada saat puncak musim Lebaran, khususnya pada hari raya Idul Fitri dan beberapa hari sebelum dan sesudahnya, beban listrik diperkirakan akan turun hingga sekitar 4.800 MW,” jelas Kemas dengan keyakinan.

Sementara itu, dari sisi pasokan daya listrik, kapasitas total pembangkit energi dan sistem transmisi di wilayah Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 9.000 MW. Kapasitas ini jauh lebih besar dari perkiraan beban puncak yang akan terjadi, sehingga masih tersedia cadangan daya yang cukup besar untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri. “Dengan kapasitas pasokan daya yang ada saat ini, sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur memiliki reserve margin atau cadangan daya yang berada pada tingkat aman, sehingga kami sangat yakin dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan musim libur Idul Fitri tanpa mengalami kendala yang signifikan,” kata Kemas menegaskan.

Selain sambutan dan paparan dari pihak PLN, kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan sesi tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Prof. M. Nuh, seorang tokoh agama dan pendidikan yang sangat dihormati. Dalam ceramahnya yang penuh makna, beliau menekankan pentingnya nilai kesetiaan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Beliau menyampaikan kisah inspiratif tentang tiga orang yang terjebak di dalam sebuah gua dan berdoa kepada Allah SWT dengan menyebutkan amal kebaikan paling tulus dan ikhlas yang pernah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Salah satu kisah yang beliau sampaikan adalah tentang seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya. Setiap malam, ketika ada susu yang disajikan di rumah, anak tersebut selalu mendahulukan ibunya untuk meminumnya terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri meminumnya. Kisah ini menjadi contoh nyata tentang bagaimana kesetiaan dan kasih sayang kepada orang tua dapat menjadi amal kebaikan yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

“Jadilah manusia yang berpegang teguh pada nilai kesetiaan dalam setiap hal yang kita lakukan. Dalam dunia usaha, dalam menjalankan perusahaan, maupun dalam membina rumah tangga, banyak musibah dan masalah yang terjadi bukan karena kurangnya kemampuan atau sumber daya, tetapi karena adanya ketidaksetiaan yang merusak fondasi yang telah dibangun,” ujar Prof. M. Nuh dengan nada yang penuh makna.

Beliau juga mengingatkan pesan mulia dari Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa Allah SWT akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut bersedia menolong saudaranya yang lain. Menurut beliau, semangat saling membantu dan tolong menolong dalam kehidupan sosial merupakan bagian penting dari ajaran agama yang harus terus dijunjung tinggi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termasuk membantu orang lain agar dapat mendapatkan kesempatan untuk belajar, bekerja dengan baik, dan menjadi lebih produktif dalam kehidupannya.

Baca juga:

Lompatan Besar Polri: Hidupkan Riset dan Kolaborasi Pentahelix dari Aceh hingga Papua

“Memudahkan urusan orang lain akan membawa kebaikan bukan hanya bagi orang yang dibantu, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita cenderung untuk mempersulit urusan orang lain, hal tersebut justru dapat mendatangkan kesulitan dan kesusahan bagi kita di kemudian hari,” tuturnya sebagai penutup ceramahnya.

Kegiatan buka puasa bersama antara PLN Jawa Timur dan insan media se-Jawa Timur ini diharapkan tidak hanya dapat mempererat hubungan baik dan silaturahmi antara kedua pihak, tetapi juga dapat memperkuat kolaborasi yang lebih erat dalam menyampaikan informasi yang akurat, jelas, dan bermanfaat kepada masyarakat luas, khususnya terkait dengan layanan kelistrikan dan kesiapan PLN selama bulan suci Ramadhan dan musim libur Idul Fitri 1447 H. @dieft