Shodiqin Pimpin Apel Perdana, BKKBN Jatim Targetkan Capai Sasaran Nasional

Foto: Shodiqin, SH., MM., resmi memimpin apel perdana sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (11/05/2026).

Shodiqin Pimpin Apel Perdana, BKKBN Jatim Targetkan Capai Sasaran Nasional

Surabaya, kasatmata.id |  Shodiqin, SH., MM., resmi memimpin apel perdana sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur pada hari Senin (11/05/2026), setelah dilantik oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., pada Rabu pekan sebelumnya.

Dalam sambutannya, beliau menekankan tiga pilar utama yaitu sinergi, inovasi, dan integritas sebagai fondasi untuk membawa instansi menuju pencapaian target nasional. Shodiqin juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pendahulunya, Dra. Maria Ernawati, M.M., dan Plt. Kepala Perwakilan Sukamto, SE., M.Si.

Baca juga:

Polres Pasuruan Kota Amankan 14 Motor Diduga Balap Liar

“Kami memohon dukungan, penerimaan, dan kerja sama dari seluruh pegawai. Dengan kolaborasi yang solid, insyaAllah BKKBN Jatim dapat konsisten merealisasikan target-target nasional,” ucapnya di depan rombongan pegawai.

Selaras dengan visi pemerintah yang tercantum dalam Asta Cita, Shodiqin menegaskan bahwa BKKBN Jatim akan mengawal program prioritas nasional, khususnya Asta Cita ke-4 tentang pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul berkualitas dan Asta Cita ke-6 terkait pengentasan kemiskinan melalui pembangunan desa.

Secara operasional, fokus kerja akan diarahkan pada optimalisasi program Sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD) serta Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Intervensi utama difokuskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah munculnya kasus stunting baru di wilayah Jawa Timur.

Menyikapi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Shodiqin mendorong optimalisasi pemanfaatan aset kantor dan inovasi kreatif dari seluruh tim kerja. Berbekal pengalaman kepemimpinan sebelumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Sulawesi Selatan, ia yakin budaya gotong royong yang kental di Jawa Timur akan mempercepat terwujudnya berbagai inovasi.

Baca juga:

Polres Madiun Kota Gagalkan Balap Liar di Jiwan

Dalam tata kelola internal, beliau juga berkomitmen melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN). Predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang telah diraih harus dijaga dengan perilaku kerja yang jujur dan akuntabel.

“Kedisiplinan, kehadiran, dan kinerja di jam kerja adalah faktor utama keberhasilan program. Kita harus memastikan predikat WBBM benar-benar terwujud dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Shodiqin. @dieft