Perkuat Pertahanan Digital, Pemkab Sidoarjo Gandeng Perusahaan Siber Terkemuka Korea Selatan

Foto: ​Kunjungan kerja tersebut ditandai dengan pertemuan antara Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun, dan Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso, dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/7/2026). Hadir menerima kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, didampingi Asisten Administrasi Umum Setda, Benny Airlangga, dan Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo.

SIDOARJO, kasatmata.id | Guna perkuat pertahanan digital Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur keamanan siber daerah dengan menjalin kolaborasi bersama perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, LSWare Inc. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan (MoU) antara Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dengan LSWare Inc yang telah diteken tahun lalu di Korea Selatan.

​Program kemitraan ini difokuskan pada penguatan sistem ketahanan siber serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi pemerintah daerah, dengan Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu daerah yang mendapatkan fokus perhatian.

Baca juga:

Polsek Balongbendo Dampingi Panen Raya Jagung Hibrida di Sidoarjo

​Kunjungan kerja tersebut ditandai dengan pertemuan antara Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun, dan Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso, dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (9/7/2026). Hadir menerima kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Fenny Apridawati, didampingi Asisten Administrasi Umum Setda, Benny Airlangga, dan Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo.

​Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo saat ini tengah mengakselerasi transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan publik. Namun, ia menekankan bahwa kecepatan digitalisasi harus berbanding lurus dengan ketangguhan sistem keamanan data.

​”Transformasi digital adalah prioritas, namun keamanan siber adalah elemen krusial untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pemerintah. Kami tidak ingin kebocoran data terjadi karena hal tersebut dapat mengikis kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah,” tegas Fenny.

​Lebih lanjut, Fenny berharap dukungan teknologi dan transfer pengetahuan dari LSWare Inc akan mampu menciptakan tata kelola digital yang lebih responsif dan mampu memitigasi berbagai risiko serangan siber yang kian kompleks.

​Di sisi lain, Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki keahlian mendalam dalam bidang keamanan server, manajemen akses istimewa (privileged access management), serta manajemen kerentanan sistem.

​”Layanan pemerintah saat ini sangat bergantung pada teknologi informasi, namun digitalisasi yang masif juga diikuti dengan peningkatan ancaman siber, seperti ransomware dan peretasan. Kami mencatat banyak pemerintah daerah memiliki keterbatasan infrastruktur dan tenaga ahli, sehingga rentan terhadap serangan,” ujar Kim Mansun.

Baca juga:

Perkuat Peran Global, Polri Tegaskan Arah Strategis Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia di UNCOPS 2026

​Sebagai bentuk komitmen operasional, Kim menyebutkan bahwa produk LSWare seperti SecuMS dan Omniguard telah memperoleh sertifikasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal ini menjadi landasan kuat bagi LSWare untuk menjalin program kerja sama teknis dengan pemerintah daerah di Indonesia.

​Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak optimistis dapat membangun lingkungan digital yang lebih tangguh di Sidoarjo. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam upaya melindungi ekosistem digital dari ancaman siber global. @dieft