Bupati Subandi: Kolaborasi Pemkab dan Ormas Kunci Utama Kemajuan Sidoarjo

Foto: Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026).

Bupati Subandi: Kolaborasi Pemkab dan Ormas Kunci Utama Kemajuan Sidoarjo

SIDOARJO, kasatmata.id |  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat diwujudkan sendirian, melainkan memerlukan sinergi menyeluruh antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Hal ini disampaikan Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema penting: “Membangun Benteng Akhlaq Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital”, dengan narasumber Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si.

Bupati Subandi menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus membuka ruang kerja sama dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Aisyiyah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Baginya, tugas pemerintah adalah mengayomi semua pihak tanpa membedakan latar belakang, karena setiap organisasi memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat.

Baca juga:

Bersama Forkopimka Wabup Sidoarjo Melepas Peserta Karnaval HUT ke-81 RI di Jala Griya

“Kita selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah. Setiap program dan kegiatan kita selalu bersinergi, tidak membedakan. Tugas Bupati adalah mengayomi semua organisasi,” ujar Subandi.

Ia juga menyoroti kolaborasi yang terjalin erat dengan Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki kontribusi vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Alhamdulillah, kita selalu ta’aruf dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah. Kita juga mengawal pendidikan di Muhammadiyah. Tugas Muhammadiyah juga mengantarkan pendidikan anak bangsa,” tambahnya.

Subandi menegaskan kembali bahwa kemajuan Sidoarjo berakar pada kebersamaan. Pemerintah tidak mampu berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Pendopo Kabupaten Sidoarjo pun dideklarasikan sebagai ruang milik bersama yang terbuka untuk berbagai kegiatan positif.

“Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kunci utamanya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan panjenengan semua. Biarkan pendopo ini milik bersama. Tujuan pengajian Ahad ini bukan milik organisasi tertentu, tetapi untuk kita bersama,” tegasnya.

Penguatan kapasitas masyarakat, khususnya para orang tua, menjadi salah satu fokus kolaborasi tersebut guna menghadapi tantangan pengasuhan di era digital. Narasumber kegiatan, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa kemudahan akses informasi dan interaksi di ruang digital menuntut peran orang tua yang lebih aktif dalam membangun benteng akhlak bagi anak.

Ia mengaitkan pendidikan karakter anak dengan tiga ayat Al-Qur’an: QS. At-Tahrim ayat 6 tentang amanah menjaga keluarga, QS. Luqman ayat 13 tentang penanaman tauhid sejak dini, dan QS. Al-Furqan ayat 74 tentang harapan memiliki keturunan yang menjadi penyejuk hati.

Baca juga:

KONI Sidoarjo Gelar Musorkablub 26 Agustus, KONI Jatim Jamin Proses Sesuai AD/ART dan Bebas Intervensi

“Anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak. Orang tua harus menjadi bagian penting dalam membangun benteng anak ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan maupun dunia digital,” jelas Prof. Casmini.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kegiatan dakwah dan pengajian harus memberikan dampak nyata melalui tiga prinsip tabligh: mencerdaskan (menghadirkan perubahan), memberikan pencerahan, dan membahagiakan masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga membangun fondasi moral dan karakter generasi muda Sidoarjo yang tangguh di tengah arus zaman. @dieft

Respon (1)

Komentar ditutup.