Polisi Sidoarjo Bantu Evakuasi & Tangani Santri Korban Dugaan Keracunan MBG
SIDOARJO, kasatmata.id | Kepolisian bergerak cepat memberikan dukungan penuh dalam penanganan darurat ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami gejala keracunan diduga setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah. Personel dari Polda Jawa Timur, Polresta Sidoarjo, hingga jajaran Polsek diterjunkan untuk membantu evakuasi, memberikan pengamanan, serta mendampingi proses penanganan medis sejak di lokasi pesantren hingga ke rumah sakit, Selasa (1/9/2026).
Tak hanya pengamanan, tim Dokkes Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo juga turut memberikan pertolongan medis awal kepada para santri. Masjid di lingkungan ponpes pun dimanfaatkan sebagai pos pemeriksaan sementara untuk memantau dan menangani santri yang mulai menunjukkan gejala sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan. Petugas juga mengatur dan mengawal jalur ambulans guna memperlancar evakuasi ke RSUD R.T. Notopuro, RSI Siti Hajar, dan rumah sakit lainnya.
Baca juga:
Lebih Sekedar Pameran EXPO Madrasah Jatim, Bukti Capaian Siswa Kuasai Al & Robotika
Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono menyampaikan keprihatinan pihaknya atas peristiwa tersebut.
“Semoga kondisi kesehatan para santri segera membaik dan sehat kembali,” ujar AKP Tri Novi Handono, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa penurunan personel dari berbagai fungsi, termasuk tim medis, merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus upaya memastikan proses evakuasi dan penanganan berjalan lancar, aman, dan tertib.
Baca juga:
Sidoarjo Gandeng BRI: Layanan Digital & UMKM Dorong PAD
“Selain memberikan dukungan pengamanan dan pengawalan, personel kepolisian juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses penanganan para santri dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.
Kehadiran kepolisian diharapkan dapat mempercepat penanganan medis serta memberikan rasa aman dan tenang bagi para santri, keluarga, dan pengelola pondok pesantren di tengah situasi darurat tersebut. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.