Sosialisasi Operasi Gaktib polisi Militer Tekankan Disiplin Prajurit Jadi Benteng Keselamatan
SURABAYA, kasatmata.id | Satu surat yang terlupa, satu kelengkapan yang diabaikan, dapat berubah menjadi bahaya di tengah perjalanan. Disiplin prajurit tidak berhenti di gerbang satuan — ia tetap berlaku saat melaju di jalan raya, menjadi tanggung jawab kehormatan sekaligus perlindungan nyawa. Pesan mendalam ini disampaikan dalam Sosialisasi Operasi Gaktib Polisi Militer “Waspada Wira Clurit TA 2026” yang digelar di Lapangan Makorem 084/Bhaskara Jaya, Senin (21/9/2026), dihadiri ratusan prajurit jajaran Korem dan Kodim se-Karesidenan Surabaya.
Baca juga:
Polwan Jenggala Presisi Patroli Sekolah & Perumahan
Kegiatan dipimpin Kasiops Kasrem 084/BJ Kolonel Inf Agus Al Fauzi, didampingi Kasi Gakkum Denpom V Mayor Cpm Basyuni serta Pasiintel Korem 084/BJ. Suasana berlangsung serius namun menyentuh hal-hal paling mendasar: keselamatan bukan soal keberuntungan, melainkan kepatuhan yang dibangun sejak sebelum mesin kendaraan menyala.

Mayor Cpm Basyuni mengingatkan, memastikan kelengkapan surat kendaraan, dokumen pribadi, serta peralatan keselamatan bukan sekadar urusan administrasi. Hal-hal sederhana inilah yang menjadi benteng pertama mencegah kecelakaan maupun pelanggaran. “Bagi keluarga yang menunggu di rumah, perjalanan Anda bukan sekadar berpindah tempat — ada harapan agar pulang dengan selamat. Tertib lalu lintas adalah wujud kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, rekan, dan sesama pengguna jalan,” ujarnya.
Kolonel Inf Agus Al Fauzi menegaskan, nama baik TNI turut dibawa setiap kali prajurit berada di ruang publik.
Baca juga:
CFD Perdana Durungbedug, 360 UMKM Bangkit Ekonomi Desa
“Disiplin tidak hanya di lingkungan satuan. Di jalan raya pun kita memikul kehormatan institusi. Lengkapi dokumen, patuhi rambu, jaga kehati-hatian — jangan kelalaian kecil merugikan diri sendiri, keluarga, maupun satuan,” tegasnya.
Operasi penegakan ini bukan sekadar pemeriksaan, melainkan upaya membangun kesadaran bahwa setiap perjalanan yang aman adalah bagian dari pengabdian. Bagi prajurit, kepatuhan di jalan adalah pengabdian sederhana namun menentukan: agar setiap langkah tugas selalu berakhir dengan selamat pulang. @dieft












