Dugaan Kasus Perundungan Kepala Dikbud Sidoarjo Tegaskan, Jika Benar Ditemukan Kesalahan Pendidik Jadi Tanggung Jawab Saya

SIDOARJO – Perjuangan seorang ibu dari korban dugaan kasus perundungan atau bullying terhadap siswi di SDN Sidokare 3 kecamatan Sidoarjo kota, kabupaten Sidoarjo kini mendapat perhatian khusus dari kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sidoarjo.

Baca Sebelumnya :

Ada Apa… ?? Pemanggilan Ibu Korban Dugaan Perundungan Ke Dinas Pendidikan Terkesan Tertutup

Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Dr. Ng. Tirto Adi Mp, M.Pd bersama dua orang stafnya, Netty Lastiningsih selaku Kabid Mutu Pendidikan dan Kasie Pembinaan Karakter dan Peserta Didik Lisa Kartika Wati, saat menemui beberapa awak media yang melakukan konfirmasi di ruanganya, tepatnya di Jl. Pahlawan No.4, Jati, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo menjelaskan dengan gamblang, pada hari Selasa (18/02/2025) sore.

“Terkait dugaan kasus perundungan tersebut, sebenarnya dari pihak Dikbud terutama saya sudah turun melakukan klarifikasi ke SDN Sidokare 3 saat itu sekira tanggal 10 Januari 2025. Setelah itu untuk menanganinya saya percayakan kepada Kabid dan staf, jadi nanti biar bu Kabid yang menjelaskan” sampai Tirto.

Saat disinggung terkait adanya ucapan pendidik dalam menyelesaikan permasalahan yang tidak sesuai dengan etika seorang pendidik, Tirto menekankan jika memang benar ditemukan kesalahan tersebut maka itu menjadi tanggung jawabnya.

“Jika memang benar ada kesalahan dari anak buah saya, entah itu guru maupun kepala sekolah mengucapkan hal yang kurang baik maka saya sampaikan maaf yang sebesarnya, jika benar ada ditemukan kesalahan tersebut maka itu akan menjadi tanggung jawab saya” tegas Tirto didepan awak media.

“Dinas Pendidikan sebagai wakil pemerintah, jurnalis dan berbagai organisasinya sebenarnya kan tugasnya sama, yakni mencerdaskan masyarakat tapi tupoksinya berbeda. Yang saya harapkan jika ada masalah harus diurai menuju solusi bukannya jika ada persoalan justru diperuncing” imbuhnya.

“Kami terbuka.., jika memang ada kendala sampaikan, misal : Pak Tirto responnya kurang cepat misalnya, okey maka akan kami perbaiki. Dan pada saat itu juga kami tindak lanjuti ke penyelesaian, jadi saya minta kepada teman-teman media jika persoalan sudah mengerucut pada penyelesaian saya harap media bisa menjadi mitra kami” pungkasnya.

Adapun hasil dari mediasi dan penyelesaian dari kasus tersebut diuraikan oleh Netty Lastiningsih pihak sekolah SDN Sidokare 3 yaitu Kepala Sekolah dan Wali kelas telah dipertemukan dengan orang tua, bahkan dalam mediasi tersebut DK (ibu korban) telah mengambil keputusan putrinya bersekolah di sekolah lain.

“Kami selalu berusaha yang terbaik dan berusaha menyelesaikan permasalahan dengan cepat, namun ada kiranya masalah selesai dalam dua hari tapi juga ada masalah yang selesai lebih dari itu. Perlu dipahami bersama, tergantung masalahnya itu bagaimana.. ” urai Netty.

Foto : Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo saat ditemui awak media diruangannya, Selasa (18/02/2025) sore.

“Saat kami mendapatkan aduan tersebut, karena saya sedang cuti maka yang menangani awal adalah ibu Lisa, namun kemaren pada hari Senin (17/02/2025), pihak sekolah SDN Sidokare dan ibu siswi sudah bertemu, dan endingnya sudah selesai” lanjutnya.

Adapun penyelesaian adalah :

1. Pihak sekolah melakukan apa yang seharusnya dilakukan dari pihak sekolah dan sudah berupaya mencari saksi-saksi adanya kejadian seperti yang di adukan.

2. Pihak dinas pendidikan memberikan arahan apa yang harus dilakukan pihak sekolah jika terjadi permasalahan seperti bullying disekolah.

3. Pihak dinas pendidikan mencari titik permasalahan yang ada dengan menanyakan baik kronologi ataupun bukti jika terjadinya bullying fisik ataupun bullying verbal, bahkan juga kondisi korban.

4. Orang tua siswi (DK) memutuskan putrinya bersekolah di sekolah swasta yang telah menjadi pilihannya sekarang.

“Saya juga mengklarifikasi terkait yang disampaikan jika pihak Dikbud memberikan dua opsi itu tidak benar. Karena saat itu diketahui siswi sudah tidak bersekolah sekira dua bulan, karena pihak sekolah khawatir maka pihak sekolah tetap memberikan materi rutin secara berkala ke orang tuanya agar siswi tidak ketinggalan pelajaran” ungkap Netty.

Netty juga menyampaikan apresiasinya terhadap sikap dari orang tua yang berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya, dengan berupaya memberikan materi melalui guru TK. Hingga akhirnya orang tua mulai ada pandangan untuk mutasi putrinya ke SD swasta.

Baca juga :

Dugaan Kasus Perundungan Di SDN Sidokare Berbuntut Kekecewaan Ibu Korban

“Namun kami sudah menjelaskan bagaimana prosedur yang benar kepada orang tua, karena kita semua punya tujuan yang sama dengan pendidikan anak, disitulah kami pahamkan terkait regulasinya, Dapodiknya bagaimana dan lain sebagainya. Hingga akhirnya saya tanyakan apa yang jadi keinginan orang tua, disitu orang tua tetap memilih putrinya bersekolah di SD swasta itu” tutupnya.

Dengan adanya keputusan yang diambil DK sebagai orang tua, dinas pendidikan menyampaikan tetap akan mengawal sampai selesai, terkait regulasi, Dapodik, dan surat lainnya. @dieft