Kemendukbangga/BKKBN Apresiasi Capaian Jatim: Angka Stunting 14,7% Jauh Dibawah Rata-Rata Nasional

Foto: Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Dra. Maria Ernawati, MM.,

Kemendukbangga/BKKBN Apresiasi Capaian Jatim: Angka Stunting 14,7% Jauh Dibawah Rata-Rata Nasional

kasatmata.id, Surabaya | Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Dra. Maria Ernawati, MM., menyampaikan apresiasi capaian implementasi Program Bangga Kencana di Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, berlokasi di Jalan Airlangga No.31-31, Surabaya, pada hari Jumat (27/2) pagi hingga siang hari.

Baca juga:

Polres Tulungagung Sidak Pangkalan LPG, Pastikan Ketersediaan Gas Bersubsidi Aman

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, antara lain Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, SE., M.Si., beserta seluruh jajaran perwakilan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, serta perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (Dukcapil), Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta tokoh masyarakat, berhasil mengungkapkan berbagai capaian signifikan yang telah diraih Jawa Timur dalam menjalankan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Dalam laporan yang disampaikan oleh tim evaluasi, terungkap bahwa Jawa Timur berhasil mencatatkan performa unggul di atas rata-rata nasional pada berbagai indikator strategis program Bangga Kencana. Setelah melalui proses verifikasi data yang ketat dengan menggunakan metode survei rumah tangga dan pencatatan administrasi kesehatan berbasis daerah, provinsi ini menunjukkan kemajuan yang pesat dalam berbagai sektor kunci pembangunan keluarga.

INDIKATOR UTAMA MENUNJUKKAN PERFORMA UNGGUL

Salah satu prestasi yang paling menonjol adalah pencapaian angka stunting sebesar 14,7%, yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan angka nasional yang tercatat 19,8%. Angka ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan upaya kolaboratif dalam penanganan stunting yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari penyediaan makanan tambahan bergizi bagi anak-anak balita, pemantauan pertumbuhan secara berkala di posyandu, hingga edukasi gizi bagi orang tua. Selain itu, provinsi ini juga menunjukkan stabilitas demografi yang positif melalui angka Total Fertility Rate (TFR) yang kini mencapai 1,9 anak per wanita usia subur – di atas target nasional yang telah ditetapkan dan menjadi bukti keberhasilan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk melalui program KB yang beragam pilihan dan mudah diakses oleh masyarakat.

“Semua target program Bangga Kencana yang dipaparkan oleh tim Jawa Timur berada di atas rata-rata nasional. Prestasi ini tidak dapat diraih hanya oleh pihak kementerian saja, melainkan hasil kolaborasi dan sinergitas lintas sektor yang luar biasa antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintah daerah tingkat bawah, serta berbagai komponen masyarakat di Jawa Timur,” jelas Maria Ernawati dalam sambutannya yang penuh semangat. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen tinggi Gubernur Jawa Timur dan seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mendukung setiap langkah program Bangga Kencana, mulai dari alokasi anggaran yang memadai hingga pelaksanaan kegiatan di tingkat desa dan kelurahan.

CATATAN KRITIS: KENAIKAN KASUS PERNIKAHAN ANAK

Meskipun meraih prestasi gemilang pada berbagai sektor, Maria memberikan catatan kritis yang penting terkait tren kenaikan angka pernikahan anak di wilayah tersebut. Berdasarkan data terverifikasi by name by address yang dikumpulkan dari seluruh kantor catatan sipil di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, jumlah kasus pernikahan anak meningkat dari 3.700 kasus pada tahun 2024 menjadi 3.900 kasus pada tahun 2025. Peningkatan ini terjadi di sebagian besar wilayah, terutama di daerah pedesaan dengan akses pendidikan dan informasi yang masih terbatas.

Foto: Penghargaan ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, berlokasi di Jalan Airlangga No.31-31, Surabaya, pada hari Jumat (27/2) pagi hingga siang hari.

“Pernikahan anak merupakan ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan kesehatan generasi mendatang. Berdasarkan data kami yang telah diolah secara cermat, hampir 90 persen perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun akan melahirkan anak dengan risiko stunting yang sangat tinggi. Selain itu, mereka juga menghadapi risiko perceraian yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasangan yang menikah pada usia yang sesuai, serta rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi dan kesulitan ekonomi,” tegasnya dengan nada tegas. Maria juga mengajak peran aktif media massa untuk mengawal sosialisasi agar orang tua dan kalangan remaja dapat memahami secara mendalam risiko yang terkandung dalam pernikahan dini. Menurutnya, penyebaran informasi yang akurat dan mudah dipahami menjadi kunci dalam mencegah terjadinya pernikahan anak di masa mendatang.

STRATEGI KEDEPAN: PERKUAT PENDEKATAN SIKLUS HIDUP

Menatap masa depan, Kemendukbangga/BKKBN akan fokus memperkuat pendampingan keluarga melalui pendekatan siklus hidup yang komprehensif. Program yang akan diperkuat meliputi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendidik dan merawat keluarga, bina keluarga remaja untuk mencegah pernikahan dini serta meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, hingga pendampingan bagi lansia untuk memastikan kualitas hidup yang layak dan terintegrasi dalam keluarga serta masyarakat.

Secara khusus, Maria menekankan pentingnya penguatan 8 Fungsi Keluarga yang menjadi dasar dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Dua fungsi utama yang menjadi fokus perhatian adalah:

– Fungsi keagamaan: Sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga yang kuat, bermoral, dan memiliki nilai-nilai yang baik. Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga agama untuk memberikan bimbingan spiritual dan pembinaan nilai-nilai keluarga.
– Fungsi lingkungan hidup: Melalui edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, mengingat data menunjukkan bahwa rumah tangga menyumbang 60% dari total volume sampah nasional. Kegiatan ini akan meliputi penyuluhan tentang pengurangan, pemanfaatan ulang, dan daur ulang sampah, serta pembentukan kelompok pengelola sampah di tingkat keluarga dan lingkungan.

Baca juga:

Dapur Berkah Ramadan Polsek Pakal: 600 Porsi Buka Puasa untuk Warga di Surabaya

“Kita tidak hanya berfokus pada pencapaian angka statistik yang baik, tetapi lebih dari itu, kita ingin memastikan bahwa setiap keluarga di Jawa Timur memiliki kapasitas untuk menghadapi berbagai tantangan dan dapat hidup dengan sejahtera. Diharapkan dengan sinergi yang terus terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan media, Jawa Timur tidak hanya sukses dalam pencapaian target program, tetapi juga mampu menciptakan ketahanan keluarga yang berkualitas, berkelanjutan, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” pungkas Maria Ernawati dengan penuh harapan.

Hadir dalam acara evaluasi tersebut juga seluruh pejabat struktural dan fungsional Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, perwakilan dari dinas terkait di pemerintah provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari organisasi masyarakat yang bekerja sama dalam pelaksanaan program Bangga Kencana. @dieft