DAM Kedungpeluk Selesai Dibangun, Bupati Subandi Minta Perbaiki Kualitas yang Belum Maksimal
kasatmata.id, Sidoarjo | Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Tata Ruang (PUBM) Muhammad Makhmud serta Camat Candi melakukan kunjungan tinjauan ke lokasi Bendungan Air Mancur (DAM) Kedungpeluk yang telah menyelesaikan seluruh tahap pengerjaannya. Meskipun secara administrasi proyek dinyatakan selesai, Bupati Subandi menyoroti beberapa poin yang dinilai belum memenuhi standar kualitas yang diharapkan, sehingga meminta kontraktor segera melakukan perbaikan menyeluruh.
Baca juga:
Sidoarjo Masuk 10 Besar Nasional dalam Pengelolaan Sampah, Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih
“Bisa dikatakan pembangunan ini selesai, namun ada masih ada beberapa pengerjaan yang kurang bagus, banyak catatan-catatan yang harus diperbaiki karena terkesan dipaksakan dan kita sampaikan ke Kadis PU agar dikoreksi karena kita ingin yang bagus dan berkualitas,” ucap Bupati Subandi saat memberikan arahan setelah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.
Menurutnya, hasil pekerjaan yang terkesan dipaksakan kemungkinan besar terjadi karena upaya mengejar target waktu penyelesaian. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mengingat infrastruktur seperti DAM Kedungpeluk ini memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat sistem pengawasan terhadap seluruh proyek infrastruktur di daerahnya agar tidak lagi terjadi kasus keterlambatan maupun penyampaian pekerjaan dengan kualitas rendah.
“Kalau sudah terlambat ya dendanya tetap berjalan. Tidak mungkin dapat apa-apa kalau deviasi tinggi dan pekerjaan terlambat. Kalau kejar waktu biasanya kualitas tidak maksimal. Ini yang kita koreksi,” tegasnya dengan nada tegas.

Sebagai infrastruktur yang dirancang untuk mengatasi masalah banjir, DAM Kedungpeluk diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi risiko genangan air di wilayah Tanggulangin dan beberapa daerah sekitarnya. Meskipun sudah siap untuk difungsikan, Bupati menegaskan bahwa perbaikan terhadap bagian-bagian yang tidak memenuhi standar harus segera dilakukan agar fasilitas ini dapat digunakan oleh masyarakat dengan aman dan nyaman.
“Yang penting sekarang sudah selesai dan bisa difungsikan walaupun ada kekurangan harus segera dibenahi, begitupun pada area terdampak pembangunan dalam satu minggu ini kontraktor harus sudah merapikan, termasuk pemadatan tanah dan pembersihan sisa material,” jelasnya, menekankan tenggat waktu yang harus dipatuhi oleh kontraktor.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM Sidoarjo Muhammad Makhmud menyampaikan bahwa berdasarkan catatan tim pengawas, progres pembangunan DAM Kedungpeluk telah mencapai angka 100 persen. Namun demikian, selama proses inspeksi teknis yang dilakukan setelah penyelesaian proyek, tim menemukan sejumlah kekurangan pada beberapa titik yang perlu diperbaiki.
“Kalau hitungan tim pengawas sudah 100 persen namun masih ada kekurangan di beberapa titik dan itu sedang kami inventarisir dan akan kami sampaikan ke kontraktor untuk diperbaiki,” ujar Makhmud.
Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya kualitas struktur DAM itu sendiri yang menjadi perhatian, tetapi juga dampak yang ditimbulkan selama proses pembangunan terhadap lingkungan sekitar. Beberapa fasilitas umum seperti jalan yang mengalami kerusakan dan perubahan aliran air yang menyebabkan genangan di permukiman warga harus dikembalikan ke kondisi semula sesuai dengan perjanjian kontrak.
Baca juga:
Pengamanan Humanis, Aksi Mahasiswa di Mabes Polri Berlangsung Kondusif
“Dampak pekerjaan seperti jalan dan aliran air yang berubah harus dikembalikan seperti kondisi awal. Itu kewajiban kontraktor dan sudah kami catat,” pungkasnya, menegaskan bahwa pihak dinas akan memastikan seluruh kewajiban kontraktor dilaksanakan dengan baik sebelum proyek dinyatakan benar-benar selesai dan diterima secara resmi. @dieft












