Mengusung Semangat Kartini, PLN Perkuat Peran Perempuan Tangguh dalam Menerangi Negeri

Foto: kegiatan bertajuk “Inspiring Srikandi: Strong Women, Stronger World”, PLN UID Jawa Timur.

Mengusung Semangat Kartini, PLN Perkuat Peran Perempuan Tangguh dalam Menerangi Negeri

SURABAYA, kasatmata.id |  Semangat emansipasi dan perjuangan Raden Ajeng Kartini terus dihidupkan dan digaungkan di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Melalui kegiatan bertajuk “Inspiring Srikandi: Strong Women, Stronger World”, PLN UID Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak utama organisasi dan agen perubahan dalam menjalankan tugas pentingnya menerangi seluruh wilayah di Jawa Timur, pada hari Selasa (28/4/2026).

Baca juga:

Panitia Pilkades Gelar Rapat Pilkades 2026-2032, Calon Kandidat Sampaikan Visi Misi

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor PLN UID Jawa Timur, Surabaya, menghadirkan narasumber berkelas yang menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia. Di antaranya adalah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, serta praktisi psikologi ternama Samanta Elsener. Acara diikuti oleh lebih dari 462 peserta yang merupakan Srikandi PLN, Persatuan Istri Karyawan, dan Tenaga Alih Daya Perempuan dari seluruh wilayah operasi PLN UID Jawa Timur, meliputi 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

General Manager PLN UID Jawa Timur, yang tidak disebutkan nama secara khusus dalam rilis, menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini ini menjadi refleksi nyata bagaimana nilai-nilai luhur yang diwariskan Kartini dapat diimplementasikan di dunia kerja modern. Menurutnya, peran perempuan di era saat ini telah berkembang secara signifikan, tidak lagi hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai motor penggerak yang memberikan kontribusi substansial terhadap kemajuan perusahaan.

“Perempuan di PLN bukan sekadar pelengkap dalam struktur organisasi, melainkan telah menjadi inovator, pemimpin strategis, dan penjaga nilai-nilai perusahaan yang kokoh. Kontribusi mereka terasa dalam berbagai aspek operasional, mulai dari pengelolaan jaringan distribusi hingga program pengembangan masyarakat,” ujarnya dalam sambutannya.

Data terkini menunjukkan bahwa sekitar 26 persen dari total pegawai PLN UID Jawa Timur adalah perempuan, dengan jumlah tepat 222 orang telah menempati posisi strategis di berbagai divisi, mulai dari bidang teknik, keuangan, pemasaran, hingga hubungan masyarakat. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa ruang kepemimpinan perempuan semakin terbuka lebar di lingkungan kerja yang berorientasi pada inklusivitas dan kesetaraan.

Dalam sesi pemaparannya, Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan pentingnya melanjutkan semangat Kartini melalui upaya pemberdayaan perempuan di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, peran perempuan tidak hanya sebatas sebagai penerus nilai budaya, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki dampak luas.

Foto: 462 peserta yang merupakan Srikandi PLN, Persatuan Istri Karyawan, dan Tenaga Alih Daya Perempuan dari seluruh wilayah operasi PLN UID Jawa Timur, meliputi 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Perempuan adalah pilar utama dalam pembangunan bangsa. Ketika perempuan diberdayakan secara optimal – baik dari sisi akses pendidikan, kemampuan ekonomi, maupun peran sosialnya – dampaknya akan dirasakan secara menyeluruh, tidak hanya bagi keluarga kecil, tetapi juga menjadi dorongan utama bagi kemajuan masyarakat dan daerah secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dengan jumlah populasi perempuan di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 25 juta jiwa, penguatan kapasitas dan peran perempuan menjadi kunci krusial dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Samanta Elsener menyampaikan paparan terkait pentingnya membangun ketahanan mental bagi perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ekspektasi yang ada saat ini. Menurut psikolog yang berpengalaman dalam menangani kasus kesehatan mental tersebut, perempuan modern seringkali harus menyeimbangkan berbagai peran sekaligus, baik sebagai profesional, ibu rumah tangga, maupun anggota masyarakat.

“Perempuan hari ini menghadapi beban ekspektasi yang sangat tinggi di banyak aspek kehidupan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun rasa kepercayaan diri yang kuat, kemampuan mengelola emosi dengan bijak, serta pemahaman bahwa kita tidak perlu menjadi sempurna dalam segala hal. Kesehatan mental yang baik adalah fondasi utama agar perempuan bisa tetap produktif, berdaya, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Selain sesi pemaparan dan diskusi, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai program pengembangan kapasitas yang akan dijalankan oleh PLN UID Jawa Timur untuk mendukung pertumbuhan profesional perempuan di lingkungan kerja. Di antaranya adalah program pelatihan kepemimpinan, pendampingan karir, serta gerakan sosial yang akan dilakukan oleh Srikandi PLN untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di daerah-daerah terpencil.

Baca juga:

Bukti Nyata, Wakil Ketua DPRd Sidoarjo Warih Andono Komitmen Dukung Budaya Tradisional

Mengusung tema Strong Women, Stronger World, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat Kartini tetap relevan dan hidup hingga hari ini. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa perempuan yang kuat dan berkualitas akan melahirkan organisasi yang tangguh dan berdaya saing tinggi, yang pada akhirnya akan berkontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik dan sejahtera bagi semua pihak. @dieft