Pelatihan Public Speaking Humas Polda Jatim Ditutup, Kabid Humas Tekankan Komunikasi Jujur Sebagai Fondasi Kepercayaan Publik

Foto; Kombes Pol Jules Abraham Abast, resmi menutup kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Public Speaking Fungsi Humas Jajaran Polda Jatim Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung selama dua hari (28-29 April) di Sidoarjo.

Pelatihan Public Speaking Humas Polda Jatim Ditutup, Kabid Humas Tekankan Komunikasi Jujur Sebagai Fondasi Kepercayaan Publik

SIDOARJO, kasatmata.id | Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, resmi menutup kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Public Speaking Fungsi Humas Jajaran Polda Jatim Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung selama dua hari (28-29 April) di Sidoarjo.

Baca juga:

Ditlantas Polda Jatim Gelar Operasi Dakgar Berbasis ETLE Handheld, 748 Pelanggar Ditindak

Acara yang diikuti oleh para Kepala Seksi Humas (Kasi Humas) Polres se-Jawa Timur, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satuan Kerja (Satker) Polda Jatim, serta personel fungsi humas sejumlah 45 orang ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi publik, mengantisipasi perkembangan arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.

Dalam sambutan penutupan, Kombes Pol Abast menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia penyelenggara, dan narasumber yang telah berperan aktif dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya agenda rutinitas, melainkan langkah strategis untuk membentuk komunikator publik Kepolisian yang kredibel, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

“Setelah mengikuti modul pelatihan yang meliputi teknik penyampaian informasi, penguatan narasi kepolisian, pengelolaan komunikasi krisis, serta etika berbicara di depan publik dan media, saya meyakini para peserta telah mendapatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan yang komprehensif untuk menjalankan tugas dengan lebih baik,” ujar Kombes Pol Abast.

Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi fungsi Humas saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya media digital dan dinamika opini publik. Hal ini menuntut personel Humas tidak hanya mampu menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga harus tepat, akurat, terukur, dan bertanggung jawab.

“Oleh karena itu, ada beberapa poin penting yang harus selalu dipegang teguh: pertama, pastikan kita benar-benar menguasai materi dan data sebelum menyampaikan informasi kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman; kedua, gunakan bahasa yang jelas, lugas, dan tidak menimbulkan multitafsir; dan yang terpenting, bangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang jujur dan transparan,” tegasnya.

Kombes Pol Abast juga menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme dalam setiap interaksi dengan awak media maupun masyarakat luas. Ia berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara konkrit di satuan kerja masing-masing.

“Jadilah perwakilan Humas Polri yang mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara institusi dan masyarakat, sekaligus menjadi penjaga citra positif dan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga:

Mengusung Semangat Kartini, PLN Perkuat Peran Perempuan Tangguh dalam Menerangi Negeri

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jatim menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber dari Suara Surabaya Media yang telah berbagi pengalaman praktis dan pengetahuan mendalam seputar strategi komunikasi publik yang efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, pihaknya menargetkan jajaran humas Polda Jatim akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan komunikasi modern dan mampu menyampaikan informasi terkait kegiatan kepolisian secara profesional, humanis, serta dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat. @dieft