Bawa Capaian ODF 100 Persen, Sidoarjo Gasup Wujudkan Sanitasi Total Paripurna
SIDOARJO, kasatmata.id | Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus melangkah maju memperkuat sistem sanitasi lingkungan demi menekan risiko penyakit berbasis lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Usaha ini kini memasuki tahap verifikasi lapangan menuju penerapan penuh kelima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), setelah sebelumnya berhasil meraih status Bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF) secara menyeluruh.
Proses penilaian dilakukan oleh Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur yang meninjau sampel di enam kecamatan dan 12 desa/kelurahan, yaitu: Kecamatan Buduran (Sidokepung, Wadungasih), Waru (Tambak Sumur, Tambak Sawah), Sedati (Pabean, Sedati Agung), Tanggulangin (Ketapang, Putat), Porong (Candipari, Glagaharum), serta Prambon (Jati Alun-alun, Temu).
Baca juga:
Kecamatan Gedangan Raih Juara Umum MTO ke-32 Sidoarjo, Pemkab Siapkan Hadiah Tiket Umrah
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati menjelaskan capaian sanitasi saat ini merupakan buah kerja sama seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan status ODF yang diraih tahun 2024 bukanlah garis akhir, melainkan fondasi untuk mencapai STBM yang paripurna.
“Dari total 604.048 Kepala Keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah kami survei dan hasilnya 100 persen berstatus Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Ini adalah modal berharga untuk terus meningkatkan derajat kesehatan warga,” ujar Fenny dalam rapat koordinasi di Kantor Setda Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Data menunjukkan tren positif di seluruh indikator sanitasi: 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman, 95,43 persen mengelola sampah rumah tangga dengan benar, serta 73,6 persen sudah memiliki sistem pengolahan air limbah rumah tangga yang layak.
Fenny menambahkan, penuntasan kelima pilar STBM membutuhkan sinergi lintas sektor atau pendekatan hexahelix. “Sanitasi bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan berkaitan erat dengan infrastruktur, pendidikan, pelibatan dunia usaha, peran media, hingga kesadaran warga itu sendiri,” tegasnya.
Baca juga:
Hari Kedua Mogok Kerja Gelombang Solidaritas Menguat, Empat Tuntutan Utama Tak Bisa Ditawar
Tim verifikator provinsi pun memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak Sidoarjo. Setelah ODF, daerah ini sukses meraih Juara 1 STBM Award Tingkat Pratama Nasional (2024) dan Tingkat Madya Nasional (2025). Tahun ini, Provinsi Jawa Timur mendorong seluruh kabupaten/kota untuk menyelesaikan kelima pilar STBM secara menyeluruh.
Verifikasi di lapangan dilakukan untuk memastikan capaian tidak hanya berhenti di angka administrasi, melainkan benar-benar terwujud dalam perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan masyarakat sehari-hari. @dieft












