Proyek Betonisasi Jalan Tambakcemandi Deviasi 4%, Begini Tegas Bupati Subandi
SIDOARJO, kasatmata.id | Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi Jalan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Senin (24/8/2026). Melihat adanya keterlambatan sekitar 4 persen dari target, Bupati meminta kontraktor mempercepat pengerjaan tanpa mengorbankan mutu. Proyek sepanjang 1,4 kilometer dan lebar 6 meter ini ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Di lokasi, terlihat pekerja dan alat berat sedang memasang U-ditch untuk saluran air. Menyadari adanya deviasi progres, pelaksana telah menambah satu unit ekskavator — dari satu menjadi dua unit — guna mempercepat penyelesaian. Bupati Subandi menyambut baik langkah tersebut sekaligus mengingatkan agar memanfaatkan cuaca mendukung untuk mengejar ketertinggalan.
Baca juga:
Bupati Subandi Pastikan Beras Alokasi Juli-September Kualitas Layak & Tepat Sasaran
“Alhamdulillah ekskavatornya sudah ditambah satu lagi. Sehingga ada dua unit ekskavator untuk mempercepat pengerjaan. Mudah-mudahan deviasi ini segera tertutup,” ujar Bupati Subandi.

Bupati menegaskan bahwa percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Pengawasan harus dilakukan secara berjenjang: kepala desa, konsultan pengawas, hingga masyarakat ikut mengawal tahapan pekerjaan. Jika satu-dua hari tidak ada aktivitas di lapangan, kepala desa wajib segera melaporkan. Perkembangan pekerjaan juga harus diperbarui secara rutin agar kendala dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Ketersediaan material menjadi faktor krusial. Pelaksana diminta memastikan U-ditch dan bahan lain selalu tersedia agar pekerjaan tidak terhambat. Bupati optimis dengan kesiapan material dan penambahan alat berat, deviasi 4 persen dapat dikejar dan proyek selesai tepat waktu.
Selain progres fisik jalan, Bupati juga menyoroti penataan lingkungan. Sejumlah tiang jaringan provider yang berjejer rapat dinilai mengganggu kerapian dan tata ruang jalan. Ia meminta konsultan pengawas segera berkoordinasi dengan pemilik jaringan untuk menyederhanakan jumlah tiang — cukup sisakan dua dari empat atau lima tiang yang ada — dan memindahkan atau memotong sisanya. Penataan ini harus berjalan bersamaan dengan betonisasi agar saat jalan selesai, lingkungan pun tertata rapi dan nyaman.
Baca juga:
Alokasi Naik Jadi Rp27 Juta, Sidak 3 RTLH Mulai September Perbaikan
“Saya butuh kerapian karena sekalian kita lakukan penataan. Harapan kita, betonisasinya bagus. Penataannya bagus. Dan masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan dengan nyaman,” tegas Bupati.
Bupati menegaskan kembali target penyelesaian Desember 2026 harus tercapai. Pengawasan diperkuat untuk menjaga kualitas jalan agar tidak menjadi beban bagi masyarakat di kemudian hari.
“Jangan sampai pekerjaan terlambat atau kualitasnya kurang baik, yang akhirnya menjadi beban masyarakat,” pungkasnya.













Respon (1)
Komentar ditutup.