Normalisasi Sungai Dipercepat, Limbah Industri Ditegur Tegas
SIDOARJO, kasatmata.id | Pemkab Sidoarjo mempercepat pengerjaan normalisasi sungai dan saluran di seluruh wilayah rawan banjir menjelang musim hujan. Satgas Alat Berat Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air turun ke lapangan sesuai jadwal yang telah disusun. Tim mengeruk pendangkalan sekaligus menindak tegas praktik pembuangan limbah industri yang memperburuk kondisi aliran air. Pada Senin (21/9/2026), kegiatan difokuskan di Kecamatan Candi dan Tanggulangin, mencakup delapan titik sungai dan saluran yang dinilai kritis.
Wabup Sidak Langsung Lokasi Pekerjaan
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., meninjau langsung pengerjaan Saluran Sekunder Kedunguling sepanjang 1,5 kilometer di Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi. Ia menegaskan inspeksi mendadak akan terus dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat mutu dan tepat waktu. Pendangkalan yang dibiarkan menumpuk menjadi penyebab utama air meluap dan membanjiri pemukiman saat curah hujan tinggi turun. Karena itu, tidak ada waktu lagi untuk menunda.
Baca juga:
Sidak Jembatan Candinegoro: Terlambat 28%, Material Tak Sesuai Spek
“Kami keruk dan normalisasi sungai ini mulai hari ini. Menjelang musim hujan, saya akan terus turun memantau langsung. Pekerjaan harus benar-benar selesai dan bermanfaat, bukan sekadar tanda di papan proyek,” ujar Wabup Mimik.
Limbah Hitam Ditemukan, Teguran Langsung Diberikan
Di lokasi tersebut, Wabup Mimik menemukan air berwarna hitam pekat akibat limbah industri. Ia memerintahkan Pemerintah Desa Durungbanjar dan Kecamatan Candi segera melayangkan surat teguran kepada pihak yang diduga membuang limbah secara sembarangan. Pemilik usaha wajib mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah dimiliki.

“Jika IPAL tidak berfungsi, sungai menjadi hitam dan meresahkan warga. Kami tidak akan membiarkan ini terjadi. Tim kami akan mengecek langsung ke lokasi industri. Jangan cari keuntungan pribadi dengan merugikan lingkungan dan keselamatan rakyat,” tegasnya.
Delapan Titik Dikerahkan Alat Berat
Baca juga:
Sidak Rumah Pompa: Kualitas Material & Arah Buangan Diawasi
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU BMSDA Sidoarjo Suprayitno menjelaskan, pihaknya mengerahkan dua unit ekskavator khusus ke Saluran Kedunguling. Alat berat lainnya menyebar ke titik-titik kritis lain. Di Kecamatan Candi, pekerjaan mencakup saluran Afvour Kedunguling (Desa Kedungpeluk), Afvour Link II (Desa Kedungkendo), dan Afvour Link III (Desa Klurak). Sementara di Kecamatan Tanggulangin, tim menangani Saluran Gedangrowo (Desa Kedungbanteng), Saluran Sekunder Gedangrowo (Desa Kalidawir dan Ngaban), serta Afvoer Ketapang (Desa Ketapang).
Normalisasi sungai menjadi langkah paling nyata dan mendasar untuk mencegah banjir. Namun, kebersihan dan kelestarian aliran air juga menjadi tanggung jawab bersama. Pemkab Sidoarjo berkomitmen terus mengawasi pembuangan limbah dan menindak tegas setiap pelanggaran. Tujuannya agar air sungai tidak hanya dalam, tetapi juga bersih dan aman bagi seluruh warga. @dieft













Respon (1)
Komentar ditutup.