Dorong Transaksi Digital, Pemkab Sidoarjo Terapkan QRIS Tap, ETPD Capai 99,5%
SIDOARJO, kasatmata.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Tahun ini, inovasi terbaru yang akan diterapkan adalah penggunaan teknologi QRIS Tap untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi secara non-tunai.
Baca juga:
Survei KedaiKOPI: 88,8 Persen Masyarakat Puas dengan Manajemen Pemerintah dalam Mudik Lebaran 2026
Kepastian ini disampaikan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini juga membahas evaluasi kinerja tahun 2025 dan persiapan penilaian Championship TP2DD tahun ini.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menekan kebocoran anggaran, menjamin transparansi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Digitalisasi sudah menjadi instrumen mutlak. Capaian ETPD kita sudah mencapai 99,5%, angka tertinggi se-Jawa Timur pada semester II 2025. Ini bukti kerja nyata,” ujar Bupati.
Pencapaian Pemkab Sidoarjo memang membanggakan. Tahun lalu, TP2DD Sidoarjo dinobatkan sebagai Terbaik III Wilayah Jawa-Bali, dan inovasi pembayaran retribusi non-tunai juga meraih penghargaan sebagai Program Unggulan Terbaik III tingkat nasional dari Menko Perekonomian.
Ke depan, Bupati meminta agar transaksi digital melalui teknologi QRIS Tap segera diimplementasikan secara luas, termasuk di sektor perdagangan dan kesehatan. Berbeda dengan sistem biasa yang harus memindai kode batang, QRIS Tap memungkinkan pembayaran cukup dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC atau alat pembaca, sehingga lebih cepat, praktis, dan aman.

“Kita ingin masyarakat, termasuk yang kurang paham IT, bisa mudah bertransaksi non-tunai. Mari terapkan di pasar-pasar tradisional agar retribusi bisa optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo selaku Ketua Harian TP2DD, Fenny Apridawati, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mengadopsi sistem baru ini.
Baca juga:
Polres Pelabuhan Tanjungperak Tekan Angka Kecelakaan Hingga 42,86 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Ia juga menambahkan bahwa kemajuan digital ini sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidoarjo mencapai 83,35 atau tertinggi untuk kategori kabupaten di Jatim. Selain itu, pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo juga tercatat tertinggi di Jatim dan keempat secara nasional.
“Dengan infrastruktur digital yang matang dan dukungan perbankan, kami yakin penerapan QRIS Tap akan semakin memajukan perekonomian daerah,” pungkas Fenny. @dieft












